AdvertorialKominfo Kutai Timur

Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan DLH Kutim Dalam Pengelolaan Sampah

Sangatta – Kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah di seluruh wilayah.

Pejabat Pengawas Lapangan DLH Kutim, Dewi mengatakan sektor pengelolaan sampah merupakan salah satu bidang yang paling sensitif terhadap perubahan alokasi dana. Menurutnya, kegiatan tersebut membutuhkan biaya operasional cukup besar, mulai dari pengangkutan, pemeliharaan armada, hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Yang paling mendesak itu pengelolaan sampah. Kalau anggaran untuk itu ikut kena efisiensi, tentu harus diantisipasi dengan baik agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya, di Sangatta.

Meski demikian, Dewi menegaskan DLH Kutim tetap berkomitmen melaksanakan seluruh program yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia menilai, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan berhentinya layanan dasar bagi masyarakat, terutama di bidang lingkungan hidup.

“Program yang sudah ada tetap kita jalankan karena memang sudah menjadi kegiatan rutin DLH dan bagian dari target RPJMD,” tambahnya.

Dewi menyebutkan, pihaknya juga tengah berupaya melakukan berbagai langkah antisipatif agar efisiensi anggaran tidak berdampak signifikan.

Salah satunya melalui optimalisasi sumber daya yang ada dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah tangga.

“Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan. Kalau pengelolaan di tingkat rumah tangga berjalan baik, beban pengangkutan bisa berkurang,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah akan tetap menempatkan sektor lingkungan hidup sebagai prioritas dalam kebijakan anggaran. Menurutnya, urusan kebersihan dan pengelolaan sampah berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

“Saya yakin pimpinan daerah akan tetap menggunakan skala prioritas. Kalau menyangkut kepentingan masyarakat luas, pasti tetap menjadi perhatian utama. Insyaallah program kami tidak akan terpengaruh oleh efisiensi,” pungkasnya.

DLH Kutim berharap dukungan anggaran dan peran aktif masyarakat terus terjaga agar upaya menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan di Kutai Timur dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.(ADV).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button