AdvertorialKominfo Kutai Timur

Satpol PP Kutim Intensifkan Pengawasan THM Menyusul Meningkatnya Laporan Pelanggaran ‎

Sangatta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur meningkatkan intensitas pengawasan terhadap tempat hiburan malam (THM) yang diduga melanggar aturan dan disinyalir menjadi lokasi praktik prostitusi terselubung.

‎Langkah ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sejumlah wilayah.

‎Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim dari Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantib) serta Bidang Penegakan Peraturan Daerah (PPUD) untuk melakukan pemantauan langsung.

‎“Kami turun full di lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat. Semua potensi indikasi prostitusi kami data, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk arahan lebih lanjut,” ujarnya.

‎Sejumlah laporan masyarakat berasal dari berbagai kecamatan, seperti Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Wahau, Kombeng, dan Sangkulirang. Wilayah-wilayah tersebut saat ini menjadi prioritas dalam pengawasan.

‎“Aduannya hampir merata di wilayah itu, sehingga menjadi fokus kami,” kata Fata.

‎Ia menjelaskan, sebagian THM di Kutai Timur diketahui beroperasi secara terselubung dengan kedok warung kopi atau usaha sejenis. Untuk memastikan kebenaran laporan, Satpol PP melakukan pendataan menyeluruh di setiap titik yang dicurigai.

‎“Semua tempat berpotensi, apalagi banyak yang berkedok warung kopi. Kami kumpulkan data untuk memastikan laporan masyarakat itu benar atau tidak,” terangnya.

‎Selain pengawasan rutin, Satpol PP juga menggelar penertiban bulanan untuk memberikan teguran terhadap pengelola usaha yang melanggar ketentuan.

‎Namun, Fata mengungkapkan adanya kendala dalam pendataan akibat pergantian pemilik tempat usaha.

‎“Sering kali pemilik berganti, sehingga data lama tidak lagi relevan. Kami lakukan pendataan ulang dan berharap akhir November data ini sudah bisa difinalkan dan dilaporkan,” ujarnya.

‎Fata menegaskan bahwa operasi penertiban akan terus digencarkan sebagai bentuk komitmen menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

‎Ia berharap upaya ini memberikan efek jera kepada para pengelola THM yang tidak mematuhi aturan serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih aman dan tertib.(ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button