AdvertorialKominfo Kutai Timur

Bupati Kutim Minta Penelitian Sejarah dan Budaya Daerah Diperkuat

Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta penguatan riset sejarah dan budaya daerah sebagai dasar pengembangan Kutim ke depan. Ia menilai potensi kekayaan budaya dan temuan arkeologis di wilayah tersebut belum digarap secara maksimal.

‎Ardiansyah mencontohkan temuan lukisan cadas atau jejak tangan purba di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang diperkirakan berusia 10.000–40.000 tahun sebelum Masehi. Temuan itu menurutnya harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

‎“Kalau kita ingin maju, kita harus menghargai sejarah dan budaya kita. Temuan seperti ini harus digali dengan serius,” ujarnya.

‎Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim menggandeng para ahli lintas bidang, seperti sejarah, antropologi, dan budaya, agar setiap kajian dilakukan secara ilmiah dan tidak sekadar berdasarkan perkiraan.

‎Bupati Kutim juga menyinggung jejak sejarah lain, termasuk kemungkinan keterkaitan Kutim dengan perkembangan budaya Melayu dan sejarah bahasa Indonesia.

‎Selain itu, Kutim disebut memiliki catatan kerajaan serta temuan fosil manusia purba yang masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

‎“Kita punya sejarah kerajaan, dan juga temuan fosil. Semua ini harus diteliti lebih jauh,” katanya.

‎Ardiansyah berharap dalam beberapa tahun ke depan Kutim memiliki dokumentasi sejarah yang lengkap, termasuk buku dan penelitian yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dan pemerintah pusat.

‎Ia menambahkan, Kutim merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman suku yang tinggi, sehingga pemahaman terhadap budaya lokal menjadi penting untuk menjaga harmonisasi masyarakat.(ADV).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button