AdvertorialKominfo Kutai Timur

Aren Genjah Kutim Perlu Segera Dikembangkan, Kajian dan Hilirisasi Jadi Sorotan

Kutai Timur – Potensi aren genjah di Kabupaten Kutai Timur belum sepenuhnya diikuti dengan kesiapan fasilitas pengolahan. Pemerintah daerah menilai pengembangan komoditas tersebut membutuhkan perencanaan yang lebih matang agar hasil perkebunan masyarakat dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan tidak berhenti sebagai bahan mentah.

Kondisi fasilitas produksi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur. Sejumlah fasilitas yang telah dibangun untuk mendukung pengolahan aren genjah dinilai masih perlu dibenahi, terutama agar mampu memenuhi persyaratan produksi dan standardisasi.

Kepala Bidang Industri Disperindag Kutai Timur, Achmad Dony Erviady, mengatakan keberadaan rumah produksi harus disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan. Ia mencontohkan fasilitas yang belum memiliki dinding sebagai salah satu kondisi yang perlu diperbaiki.

“Rumah produksinya memang sudah dibuat, tetapi kondisinya masih terbuka tanpa dinding. Kalau seperti itu, tentu akan sulit bagi produk yang dihasilkan untuk memenuhi persyaratan, termasuk standar halal,” ujar Dony di Kantor Disperindag.

Menurutnya, persoalan fasilitas tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan kajian sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah perlu mengetahui terlebih dahulu seperti apa kebutuhan bahan baku, kemampuan produksi, fasilitas pendukung, ketentuan standardisasi, hingga keberlangsungan usaha.

Kajian tersebut dinilai penting supaya pembangunan tidak sekadar menghasilkan bangunan atau menyediakan peralatan produksi. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar dapat digunakan oleh masyarakat dan mendukung proses pengolahan komoditas secara berkelanjutan.

Di sisi lain, aren genjah sendiri dinilai memiliki prospek yang cukup besar. Salah satu potensi yang terlihat berasal dari wilayah Kandolo. Bibit aren dari daerah tersebut bahkan disebut telah dibawa hingga ke Sumatera.

“Aren genjah kita sebenarnya punya peluang yang besar. Bibit dari Kandolo bahkan sudah dibawa dan dikembangkan sampai ke wilayah Sumatera,” kata Dony.

Ia menilai masih adanya persoalan dalam pengembangan bukan menunjukkan rendahnya minat petani. Dukungan terhadap proses produksi justru perlu diperkuat agar petani memiliki peluang memperoleh hasil yang lebih baik dari komoditas tersebut.

Jika fasilitas dan sistem pengolahan tersedia dengan baik, aren genjah dapat dikembangkan lebih jauh melalui proses hilirisasi. Petani tidak hanya bergantung pada penjualan hasil kebun, tetapi dapat memperoleh tambahan nilai dari produk yang dihasilkan setelah melalui proses pengolahan.

Disperindag Kutai Timur mendorong agar hasil kajian nantinya segera ditindaklanjuti dengan langkah yang jelas. Penguatan rumah produksi, pemenuhan standar, serta dukungan kepada petani diharapkan dapat dilakukan secara beriringan.

Dony berharap potensi aren genjah Kandolo tidak berhenti pada keunggulan bibit atau hasil perkebunan saja. Dengan pengembangan yang lebih terarah, komoditas tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kutai Timur. (KA/ADV)

Related Articles

Back to top button