AdvertorialKominfo Kutai Timur

Pembinaan Diperkuat, Diskop UMK Kutim Tingkatkan Intensitas Pelatihan Koperasi hingga 10 Angkatan

Kutai Timur — Pembinaan koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diperluas melalui peningkatan intensitas pelatihan bagi pengurus dan perwakilan koperasi. Jika sebelumnya kegiatan pelatihan hanya dapat dilaksanakan sekitar satu kali dalam setahun, kini jumlahnya dapat ditingkatkan hingga 10 angkatan.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMK) Kutim memperkuat kelembagaan koperasi. Pelatihan dinilai penting untuk memberikan pembinaan yang lebih luas kepada koperasi, terutama karena jumlah koperasi yang perlu mendapatkan perhatian cukup banyak.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UMK Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan keterbatasan anggaran sebelumnya membuat kesempatan untuk menyelenggarakan pelatihan masih sangat terbatas. Dalam kondisi tersebut, kegiatan pembinaan hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dulu kami hanya bisa untuk pembinaan koperasi itu hanya sekali saja pelatihan. Itu pun pakai dana DAK,” kata Firman.

Kondisi tersebut kemudian berubah setelah Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan koperasi. Dukungan tersebut membuat Diskop UMK memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan frekuensi kegiatan pelatihan.

“Nah, akhirnya Pak Bupati langsung memberikan perhatian khusus kepada kami. Akhirnya yang setahun sekali bisa melakukan pelatihan bisa sampai 10 kali angkatan,” jelasnya.

Dengan bertambahnya jumlah angkatan, cakupan peserta pembinaan juga menjadi lebih luas. Setiap pelaksanaan pelatihan melibatkan 25 perwakilan koperasi. Artinya, pelatihan tidak hanya ditujukan kepada satu atau beberapa koperasi saja, tetapi dapat menjangkau lebih banyak perwakilan secara bertahap.

“Setiap angkatan itu ada 25 perwakilan koperasi,” terangnya.

Peningkatan frekuensi tersebut menjadi bagian dari perubahan pola pembinaan yang dilakukan Diskop UMK Kutim. Sebelumnya, keterbatasan pelaksanaan membuat kesempatan koperasi memperoleh pelatihan relatif sedikit. Dengan adanya tambahan angkatan, ruang pembinaan dapat diberikan secara lebih rutin.

Bagi Diskop UMK, penguatan koperasi tidak cukup hanya dilakukan dengan memastikan aspek administratif dan kelembagaan berjalan. Pengurus koperasi juga membutuhkan pembinaan yang dapat membantu mereka menjalankan organisasi dan mengelola kegiatan sesuai dengan kebutuhan koperasi masing-masing.

Hal tersebut sejalan dengan langkah Diskop UMK yang sebelumnya mulai memperkuat pembinaan melalui pendekatan langsung di lapangan. Pelatihan menjadi bagian lain dari upaya tersebut untuk memberikan penguatan kepada koperasi secara bertahap.

Dengan kapasitas hingga 10 angkatan, kegiatan pelatihan kini memiliki jangkauan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Setiap angkatan yang diikuti 25 perwakilan koperasi memberikan kesempatan kepada lebih banyak pengurus atau perwakilan untuk mendapatkan pembinaan.

Firman menilai peningkatan intensitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koperasi di Kutim. Pembinaan yang dilakukan lebih sering diharapkan dapat membantu koperasi meningkatkan kapasitas kelembagaan sekaligus menjaga aktivitas organisasi agar dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Perluasan pelatihan ini juga menunjukkan adanya peningkatan dukungan terhadap pembinaan koperasi di daerah. Dari yang sebelumnya hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun, Diskop UMK kini memiliki kesempatan untuk menyelenggarakan hingga 10 angkatan dengan melibatkan 25 perwakilan koperasi pada setiap angkatan.

Melalui pola tersebut, pembinaan diharapkan dapat menjangkau koperasi secara lebih luas dan dilakukan secara bertahap, sehingga penguatan kelembagaan koperasi di Kutim tidak hanya bergantung pada pengawasan, tetapi juga peningkatan kapasitas para pengelolanya. (NY/ADV)

Related Articles

Back to top button