AdvertorialKominfo Kutai Timur

Tapal Batas Kutim-Berau Kembali Dibahas, Tiga Aspek Jadi Fokus

Kutai Timur – Persoalan batas wilayah antara Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau kembali masuk meja pembahasan.

Pemerintah kedua daerah dijadwalkan bertemu bersama Gubernur Kalimantan Timur di Balikpapan. Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan mampu mengurai berbagai hambatan administratif yang selama ini menjadi ganjalan dalam penyelesaian tapal batas antarkedua wilayah.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut pembahasan sebelumnya yang belum menghasilkan kesepakatan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, mengatakan agenda kali ini telah dikoordinasikan kembali setelah sebelumnya pembahasan terkendala perbedaan pandangan antarpimpinan daerah.

“Pertemuan sebelum-sebelumnya terhambat dengan sinkronisasi antar kepala daerah. Dan ini sudah dilakukan koordinasi dan difikskan besok itu dilakukan bersama di Balikpapan,” kata Trisno kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan akan diarahkan pada tiga aspek, yakni historis, yuridis dan teknis. Ketiga aspek itu akan menjadi dasar untuk melihat persoalan batas wilayah secara lebih menyeluruh guna mencapai keputusan yang adil dan dapat diterima oleh kedua belah pihak yang bersangkutan.

“Fokus pembahasan besok adalah itu. Artinya menurut historisnya batas Berau seperti apa sih? Secara teknis gimana sih? Secara yuridis bagaimana sih?” ujarnya.

Trisno menyebut Pemkab Kutim telah menyiapkan kajian mengenai tiga aspek tersebut sejak 2021. Kajian itu menjadi salah satu bahan yang akan dibawa dalam pembahasan bersama sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

Karena itu, Pemkab Kutim berharap Pemkab Berau juga membawa data dan kajian pembanding. Kehadiran data pendukung yang akurat dari masing-masing pihak dinilai sangat krusial agar proses mediasi berjalan objektif.

Menurut Trisno, ketersediaan bahan dari kedua daerah diperlukan agar pembahasan dapat berjalan secara berimbang dan tidak kembali menemui jalan buntu.

“Harapan kami di hari Rabu besok kawan-kawan Berau membawa data pembanding sepadan sehingga diskusi dapat produktif. Kalau tidak bawa bahan-bahan lain, pasti buntu,” tutupnya.ADV

Related Articles

Back to top button