AdvertorialKominfo Kutai Timur

Kutim Genjot Produksi Jagung untuk Dorong Kemandirian Pangan Daerah

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) terus menggenjot pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat perekonomian lokal berbasis sektor pertanian.

‎Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan bahwa jagung kini tidak lagi dipandang hanya sebagai hasil pertanian semata, melainkan telah menjadi komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi dengan potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku industri pakan dan olahan pangan.

‎“Kalau kita lihat dari sisi kebutuhan, produksi kita baru sekitar seperlima dari kebutuhan masyarakat. Artinya, peluang pengembangan jagung di Kutim masih sangat besar,” ujar Dyah saat ditemui di ruang kerjanya.

‎Saat ini, luas tanam jagung di Kutim mencapai 450 hektare dengan produksi sekitar 6.000 ton per tahun.

‎Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 25.000 hingga 30.000 ton per tahun, baik untuk konsumsi masyarakat, industri olahan, maupun bahan baku pakan ternak unggas dan sapi.

‎Dyah menilai kondisi ini bukan kekurangan, tetapi peluang besar untuk memperluas sektor pertanian sekaligus membangun industri pengolahan pakan ternak berbasis jagung lokal.

‎Dengan dukungan investasi, ekspansi lahan, dan penerapan teknologi modern, Kutim memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari penghasil bahan mentah menjadi sentra agroindustri yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

‎“Industri pengolahan pakan ternak dari jagung lokal bisa menjadi sektor potensial masa depan. Ini bukan hanya soal pertanian, tapi juga soal kemandirian ekonomi masyarakat Kutai Timur,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Dyah menambahkan bahwa DTPHP Kutim saat ini terus memperluas area tanam, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan serta pendampingan teknis di lapangan.

‎Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara kelompok tani, penyuluh, dan pelaku usaha lokal agar pengembangan jagung dapat dilakukan secara berkelanjutan.

‎“Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berdaya saing. Dengan semangat itu, kami yakin Kutim bisa menjadi salah satu lumbung jagung di Kalimantan Timur,” tutupnya.(ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button