AdvertorialKominfo Kutai Timur

Disnakertrans Kutim Pastikan 80 Persen Pekerja di Perusahaan Berasal dari Warga Lokal

Sangatta – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal pada sektor industri dan perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

‎Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, memastikan bahwa mayoritas tenaga kerja di Kutim berasal dari masyarakat lokal, dengan komposisi mencapai sekitar 80 persen tenaga kerja lokal dan hanya 20 persen pekerja dari luar daerah.

‎Menurut Roma, data tersebut menunjukkan bahwa Kutim terus berupaya menjaga keseimbangan kesempatan kerja antara pendatang dan warga lokal.

‎Pernyataan ini sekaligus meluruskan anggapan yang beredar bahwa tenaga kerja non-lokal mendominasi lapangan pekerjaan di daerah tersebut.

‎“Isu yang menyebut mayoritas pekerja di Kutim berasal dari luar daerah tidak benar dan tidak memiliki dasar yang kuat. Kalau ada buktinya kasih ke saya,” tegas Roma.

‎Ia menambahkan, pembahasan mengenai tenaga kerja seharusnya berdasarkan data faktual, bukan asumsi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

‎Lebih lanjut, Roma menuturkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan untuk memastikan proporsi tenaga kerja lokal sesuai dengan ketentuan peraturan daerah.

‎Pengawasan tersebut juga mencakup kepatuhan perusahaan terhadap standar ketenagakerjaan, perlindungan hak pekerja, serta penggunaan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis daerah.

‎“Setiap tahun kami turun ke lapangan memantau perusahaan-perusahaan besar maupun kecil. Kami pastikan rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara terbuka dan memprioritaskan warga Kutai Timur,” jelasnya.

‎Roma menilai, keterlibatan tenaga kerja lokal tidak hanya penting dalam konteks pemerataan kesempatan kerja, tetapi juga sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat daerah.

‎Dengan memberikan ruang lebih besar bagi warga lokal untuk bekerja di sektor industri dan pertambangan, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan yang merata.

‎“Kami berupaya agar tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan usaha di daerah. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati manfaat langsung dari aktivitas ekonomi yang berkembang di Kutim,” pungkasnya.(ADV).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button