Jauhi Ketergantungan DBH, Faizal Rachman Desak Target PAD Kutim Dinaikkan Drastis Hingga Rp 1 Triliun

SANGATTA – Ketua Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, menyerukan agar pemerintah daerah segera meninggalkan ketergantungan abadi pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat. Untuk mencapai kemandirian fiskal, Faizal mendesak agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim dinaikkan secara drastis hingga menembus batas Rp 1 triliun.
Seruan ini disampaikan menyusul evaluasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang menunjukkan, meskipun PAD Kutim menunjukkan tren positif (naik dari kisaran Rp300 miliar menjadi sekitar Rp400 miliar saat ini), Faizal menilai potensi ekonomi lokal masih jauh dari maksimal.
“Saya sudah sampaikan, target kita harus bisa mencapai Rp1 triliun. Itu bukan hal yang mustahil kalau pengawasan dan pengelolaan pajaknya diperkuat,” tegas Faizal.
Untuk mencapai target ambisius Rp 1 triliun, Faizal Rachman menyoroti dua langkah strategis yang harus segera diambil oleh Pemerintah Daerah: pengawasan yang diperkuat dan digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, digitalisasi adalah kunci strategis untuk mencegah kebocoran pendapatan, menjamin transparansi, dan meningkatkan efisiensi pemungutan.
Faizal juga memberikan pesan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Ia meminta OPD untuk tidak bersikap pasif, melainkan harus proaktif dan “mengejar” potensi penerimaan yang selama ini mungkin terlewatkan.
Inisiatif ini lebih dari sekadar mengisi kas daerah. Ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi stabilitas keuangan yang kuat dan memastikan bahwa roda pembangunan di Kutim dapat terus berputar secara berkelanjutan.(Adv)




