Pemkab Kutim Kembangkan Peternakan Babi, Dorong Ekonomi Warga

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sektor peternakan non-ruminansia, khususnya ternak babi, sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim.
Pada tahun anggaran 2024, Pemkab Kutim mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mendukung program pengembangan peternakan babi.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 miliar diperuntukkan bagi pengadaan bibit yang dibagikan kepada kelompok peternak di empat kecamatan: Teluk Pandan, Rantau Pulung, Kaliorang, dan Busang.
Plt Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim, Sudarman, menjelaskan bahwa distribusi bibit dilakukan bertahap sesuai kesiapan kelompok ternak. Pada tahap awal, ratusan ekor babi dengan bobot 12–15 kilogram disalurkan kepada penerima yang telah mengajukan usulan resmi.
“Semua bantuan berawal dari usulan kelompok ternak. Setelah dokumen lengkap, barulah dilakukan verifikasi oleh dinas bersama perangkat desa dan pemerintah kecamatan, agar penyaluran benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Sudarman menambahkan, program pengembangan peternakan babi telah menjadi bagian strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru di wilayah pedesaan.
Dengan pengelolaan yang baik, bibit dapat berkembang biak dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi peternak.
Selain bantuan bibit, DTPHP Kutim juga memberikan pendampingan teknis berupa pelatihan manajemen kandang, pola pakan efektif, hingga pencegahan penyakit. Pendampingan ini bertujuan agar bantuan yang diberikan dapat diolah secara optimal oleh peternak.
“Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi keseriusan para peternak. Siklus pertumbuhan babi yang cepat dapat memberikan keuntungan ekonomi dalam waktu relatif singkat jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Pemkab Kutim menilai sektor peternakan berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, terutama di pedesaan.
Dengan dukungan modal, bibit, dan pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah berharap program ini dapat melahirkan usaha-usaha peternakan berskala lebih besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.(ADV)




