Pemkab Kutim Prioritaskan Penurunan Stunting di Tengah Efisiensi Anggaran

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama meski tengah melakukan efisiensi anggaran.
Upaya tersebut tersu dijalankan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menegaskan bahwa tidak ada pengurangan anggaran untuk kegiatan penurunan stunting.
“Tidak ada efisiensi untuk kegiatan penurunan stunting. Kami harus memaksimalkan setiap program untuk menekan angka stunting,” ujarnya, di Sangatta.
Menurutnya, penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah, baik dari sisi kebijakan maupun pembiayaan.
Ia juga mengimbau setiap kepala dinas agar menjadi orang tua asuh bagi anak yang berisiko stunting.
“Minimal satu kepala dinas mengangkat tiga anak asuh,” tegas Mahyunadi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menyatakan pihaknya segera menyusun rencana program dan melakukan koordinasi dengan seluruh kepala dinas.
“Kami akan menjemput bola ke setiap kepala dinas untuk menawarkan data anak stunting yang harus diasuh,” kata Junaidi.
Hingga akhir 2024, tercatat sebanyak 1.895 anak di Kutim masuk kategori stunting.
Dari 18 kecamatan, Kecamatan Sandaran menjadi wilayah dengan kasus paling sedikit yakni 19 anak, sementara Kecamatan Bengalon tercatat paling banyak dengan lebih dari 300 anak stunting.
“Saat ini kami sudah memulai. Saya sendiri selaku Kepala DPPKB sudah memiliki anak asuh,” tambah Junaidi.(ADV)




