Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya sebagai Penguatan Jati Diri Daerah

Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai upaya memperkuat jati diri dan karakter masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menutup Festival Magic Land Kutai Timur 2025 di Folder Ilham Maulana, Sangatta Utara, Minggu malam (16/11).
Dalam sambutannya, Ardiansyah menyebut kebudayaan merupakan fondasi penting yang membentuk pola pikir dan karakter bangsa. Ia menilai Indonesia memiliki keragaman budaya yang harus dijaga sebagai modal dalam membangun peradaban.
“Budaya inilah yang memberikan daya nalar kita terhadap kekayaan yang kita miliki. Bangsa Indonesia itu penuh dengan kebudayaan yang luar biasa,” kata Ardiansyah.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan budaya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas bangsa. Krisis tahun 1998 dinilai menjadi refleksi bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi, tetapi juga pada ketangguhan budaya.
Bupati menegaskan Kutai Timur memiliki modal budaya yang kuat, mulai dari warisan Kerajaan Kutai hingga tradisi masyarakat pesisir dan pedalaman. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus digali agar tidak hilang ditelan zaman.
“Indonesia itu kaya secara budaya dan alam. Kutai Timur salah satunya. Tinggal bagaimana kita menggalinya,” ujarnya.
Ardiansyah mendorong agar berbagai kegiatan seni dan festival budaya terus diselenggarakan sebagai sarana edukasi sekaligus upaya memperkenalkan nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
Festival Magic Land Kutai Timur 2025 berlangsung selama tiga hari dan menampilkan pertunjukan tari, musik tradisional, wayang orang, hingga pameran UMKM dan literasi. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya daerah.(ADV)




