AdvertorialKominfo Kutai Timur

DPPKB Kutim Dorong Remaja Pahami Kesehatan Reproduksi dan Risiko Genetika

Kutai Timur – Pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan risiko genetika menjadi salah satu bekal yang perlu dimiliki remaja dalam mempersiapkan masa depan. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan edukasi kepada pelajar agar lebih memahami kesehatan diri dan risiko yang dapat memengaruhi kualitas generasi mendatang.

Kegiatan edukasi ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta mengenali berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan masa pertumbuhan dan perkembangan remaja.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T., menilai masa remaja sebagai periode penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Menurutnya, pengetahuan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan risiko genetika perlu diberikan sejak dini agar remaja dapat mengambil keputusan secara lebih bertanggung jawab.

“Remaja adalah aset terbesar bangsa. Pemahaman kesehatan reproduksi dan risiko genetika perlu diberikan sejak dini, guna mencegah pernikahan dini, perilaku berisiko, serta mencegah stunting dan kelainan genetik pada generasi mendatang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kemudahan akses informasi seiring perkembangan teknologi. Di satu sisi, kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi remaja untuk memperoleh berbagai pengetahuan. Namun, di sisi lain, tidak semua informasi yang beredar dapat dijadikan acuan yang benar. Oleh sebab itu, remaja perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk memilah informasi kesehatan dan mempertimbangkan dampak dari keputusan yang mereka ambil.

Dalam pelaksanaannya, materi edukasi disampaikan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutai Timur, Bdn. Yuliana Kala Lembang, bersama Direktur Golda Institut, Eva Dipanti Tumba. Materi yang diberikan menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta memahami faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kutim sekaligus panitia pelaksana, Mustika, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sebatas memberikan pengetahuan kepada peserta. Edukasi tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran remaja agar mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik.

“Harapannya, mereka dapat menjadi Generasi Berencana yang sehat, bertanggung jawab, dan mampu merencanakan masa depan dengan baik,” ungkapnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Bengalon, Biotina Rahmawati, menyambut positif pelaksanaan edukasi tersebut. Ia mengimbau para siswa agar mengikuti materi dengan sungguh-sungguh sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Biotina meminta siswa membagikan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, manfaat edukasi diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di sekitarnya.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta mitra dan pihak swasta. Melalui edukasi kesehatan reproduksi dan risiko genetika, DPPKB Kutim berupaya membekali remaja dengan pemahaman yang diperlukan untuk menjaga kesehatan, menghindari perilaku berisiko, dan mempersiapkan masa depan secara lebih terencana. (EL/ADV)

Related Articles

Back to top button