DPPKB Kutim Perluas Edukasi Kontrasepsi dan Keluarga Berencana

Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memberikan edukasi mengenai keluarga berencana, penggunaan alat kontrasepsi, dan pencegahan pernikahan usia dini. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan, pelayanan informasi di stan pameran, serta sosialisasi yang menyasar kalangan pelajar.
Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah, menjelaskan bahwa kerja sama dengan fasilitas kesehatan menjadi salah satu bagian dalam pelaksanaan pelayanan keluarga berencana. Dalam kerja sama tersebut, DPPKB menyalurkan bantuan alat kontrasepsi yang diterima dari pemerintah provinsi kepada fasilitas kesehatan yang berada di kecamatan.
“Kami sudah bekerja sama dengan fasilitas kesehatan yang ada di kecamatan, baik terkait alat-alat kontrasepsi dan sebagainya,” ujar Yuriansyah.
Melalui pola kerja sama tersebut, fasilitas kesehatan menjadi salah satu tempat masyarakat memperoleh pelayanan yang berkaitan dengan keluarga berencana. Sementara itu, DPPKB menjalankan peran penyaluran alat kontrasepsi sekaligus mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai program yang menjadi tanggung jawab dinas tersebut.
Selain melalui fasilitas kesehatan, edukasi juga diberikan melalui stan DPPKB dalam kegiatan pameran. Petugas dari berbagai bidang dilibatkan untuk melayani pengunjung yang ingin mendapatkan informasi mengenai keluarga berencana dan program kependudukan lainnya.
Yuriansyah mengatakan petugas dijadwalkan berjaga secara bergiliran agar pelayanan informasi dapat berlangsung selama kegiatan pameran. Penugasan tersebut melibatkan personel dari seluruh bidang yang ada di DPPKB Kutim.
“Setiap hari petugas kami bergiliran. Dari pagi sampai jam 03.00 itu empat orang, semua bidang,” katanya.
Petugas yang berjaga memberikan penjelasan sesuai dengan bidang masing-masing. Pengunjung dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk bertanya mengenai penggunaan alat kontrasepsi, keluarga berencana, serta informasi lain yang berkaitan dengan pola hidup sehat dan pembinaan keluarga.
Kehadiran petugas dari berbagai bidang juga memungkinkan penyampaian informasi dilakukan sesuai kebutuhan pengunjung. Melalui pelayanan di stan pameran, DPPKB berupaya mendekatkan informasi mengenai program keluarga berencana kepada masyarakat dalam kegiatan yang mudah dijangkau.
Di luar pelayanan pameran dan kerja sama dengan fasilitas kesehatan, DPPKB Kutim turut melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini. Kegiatan tersebut menyasar pelajar, salah satunya melalui sosialisasi yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bengalon.
Dalam kegiatan itu, pelajar diberikan pemahaman agar tidak melakukan pernikahan pada usia dini. Sosialisasi di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya DPPKB menyampaikan informasi mengenai persoalan keluarga dan kependudukan kepada generasi muda.
Penyampaian edukasi kepada pelajar melengkapi kegiatan DPPKB yang juga menyasar masyarakat melalui fasilitas kesehatan dan kegiatan pameran. Setiap kegiatan memiliki sasaran berbeda, mulai dari pelayanan informasi keluarga berencana hingga penyampaian pemahaman mengenai pencegahan pernikahan usia dini.
Yuriansyah menegaskan bahwa petugas dari seluruh bidang dilibatkan secara bergiliran dalam pelayanan informasi di stan pameran. Pelibatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran.
Dengan menggabungkan kerja sama bersama fasilitas kesehatan, pelayanan informasi di pameran, dan sosialisasi di sekolah, DPPKB Kutim terus menjalankan kegiatan edukasi terkait keluarga berencana dan kependudukan. (EL/ADV)




