Empat Sumber Terganggu, Pemulihan Listrik Kutim Ditarget Dua Pekan

Kutai Timur — Pemulihan pasokan listrik di Kutai Timur (Kutim) ditargetkan rampung dalam satu hingga dua pekan. Pemerintah daerah menyebut perbaikan masih berlangsung setelah gangguan terjadi pada empat sumber listrik yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan proses pemulihan membutuhkan penyesuaian antarsumber karena gangguan tidak berdiri pada satu titik. Sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi turut terdampak secara bersamaan. Pemerintah terus berkoordinasi secara intensif guna memastikan seluruh kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.
“Ada beberapa sumber, kalau tidak salah ada yang dari Sangatta, kemudian dari Kutai Kartanegara, Banjarmasin, ada empat sumber yang sedang mengalami gangguan,” kata Ardiansyah usai rapat paripurna DPRD Kutim, Jumat (18/9/2026).
Menurut Ardiansyah, perbaikan pada masing-masing sumber dilakukan secara bertahap oleh tim teknis terkait. Sistem perlu kembali disesuaikan agar pasokan antardaerah dapat terhubung dan berfungsi sebagaimana mestinya tanpa hambatan berarti.
Khusus Sangatta, kondisi pasokan disebut mulai membaik secara signifikan. Pemerintah daerah menerima laporan berkala mengenai progres perbaikan yang dilakukan untuk mengembalikan sistem kelistrikan agar kembali normal.
“Untuk khusus Sangatta, alhamdulillah ini sudah mulai dibenahi dengan baik,” ujarnya.
Ardiansyah menyebut pemulihan tidak hanya menjadi urusan Kutim semata. Perbaikan juga berkaitan erat dengan kondisi kelistrikan di Bontang dan Samarinda yang berada dalam satu jaringan interkoneksi tersebut.
Pemkab Kutim berharap proses perbaikan dapat segera selesai sehingga gangguan yang dirasakan masyarakat tidak berlangsung lebih lama. Pemerintah daerah juga masih menunggu perkembangan teknis lebih lanjut dari pihak yang menangani sistem kelistrikan secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan dalam satu-dua pekan ini sudah bisa berjalan kembali normal. Ada perbaikan dan penyesuaian,” jelasnya.
Sementara mengenai kerusakan peralatan elektronik milik warga yang diduga terjadi akibat gangguan listrik tersebut, Pemkab Kutim belum berbicara mengenai bentuk kompensasi. Ardiansyah menyebut persoalan tersebut menjadi kewenangan penuh pihak PLN.
“Kalau kompensasi, itu urusan PLN yang jawab,” tutupnya.ADV




