AdvertorialKominfo Kutai Timur

Kakao Kutim Disiapkan Masuk Pasar Global melalui Trade Expo Indonesia

Kutai Timur – Produk olahan kakao asal Kutai Timur mulai mendapat peluang untuk diperkenalkan ke pasar luar negeri. Pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah produk kakao lokal untuk dibawa dalam ajang Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung di Tangerang pada 14 Oktober.

Langkah tersebut dilakukan setelah kakao Kutai Timur mendapat respons dari calon pembeli mancanegara. Selain ketersediaan bahan baku, cita rasa yang dimiliki produk kakao lokal menjadi salah satu aspek yang dinilai dapat menjadi daya tarik ketika ditawarkan kepada pasar internasional.

Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur, Achmad Dony Erviady, menyebut kakao termasuk komoditas yang tengah didorong pengembangannya bersama nanas. Menurutnya, hasil olahan kakao Kutai Timur mempunyai karakter rasa yang tidak sepenuhnya sama dengan produk cokelat dari daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Dony saat ditemui di Kantor Disperindag. Ia mengatakan dari hasil pengenalan produk kepada sejumlah pihak, rasa cokelat Kutai Timur memiliki perpaduan rasa asam dan pahit yang cukup khas.

“Setelah kami perkenalkan, kami melihat karakter cokelat Kutai Timur cukup berbeda. Ada rasa asam dan pahit yang seimbang, dan karakter seperti ini ternyata memiliki peminat tersendiri,” ujar Dony.

Dari sisi pengolahan, komoditas kakao di Kutai Timur saat ini berada pada tahapan yang berbeda. Kakao yang berasal dari Karangan masih menjalani proses fermentasi, sedangkan hasil produksi dari kawasan Kebun telah dikembangkan menjadi cokelat batangan serta cokelat dalam bentuk bubuk.

Karakter rasa pahit yang terdapat pada produk tersebut juga disebut memiliki peluang di sejumlah negara. Atas pertimbangan itu, Disperindag akan membawa produk kakao Kutai Timur dalam Trade Expo Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkenalkannya kepada calon pembeli.

“Karakter pahit pada produk kita justru ada negara yang menyukainya. Karena itu, kami akan membawa produk ini ke Trade Expo Indonesia di Tangerang pada 14 Oktober,” kata Dony.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mempertemukan produk kakao Kutai Timur dengan calon buyer dari berbagai negara. Dony menyebut terdapat sekitar 100 buyer yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, komunikasi dengan calon pembeli juga telah dilakukan sebelum pelaksanaan pameran. Salah satu calon buyer yang dihubungi melalui aplikasi bahkan disebut telah menyampaikan ketertarikan dan menjadwalkan pertemuan secara langsung saat kegiatan berlangsung.

“Sekitar 100 buyer dari berbagai negara akan hadir. Salah satu yang sudah kami hubungi melalui aplikasi juga menyatakan ketertarikan dan sudah ada kesepakatan untuk bertemu di sana,” ungkapnya.

Menurut Disperindag, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong kakao Kutai Timur tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Pengolahan menjadi cokelat batangan maupun bubuk dinilai dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperluas pilihan produk yang dapat ditawarkan kepada pasar.

Pengembangan rumah produksi juga menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung kesiapan komoditas tersebut. Fasilitas pengolahan diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk sekaligus mempersiapkannya agar lebih siap ketika permintaan dari pasar yang lebih luas muncul.

Disperindag Kutai Timur berharap agenda pertemuan dengan buyer internasional dapat menghasilkan peluang pemasaran baru. Jika komunikasi tersebut berkembang menjadi transaksi atau kerja sama perdagangan, produk olahan kakao Kutai Timur berpeluang menjangkau konsumen di luar daerah hingga pasar global. (KA/ADV)

Related Articles

Back to top button