Harga Cabai Kutim Meningkat, Disiapkan Kerja Sama untuk Memperluas Pasokan

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan langkah untuk memperluas akses pasokan cabai melalui kerja sama perdagangan dengan sejumlah daerah. Upaya ini dilakukan menyusul kenaikan harga cabai yang turut memengaruhi kondisi harga pangan, sementara hasil produksi lokal belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur, Pratama Erwin Harianto, menjelaskan bahwa kerja sama antardaerah tersebut masih dalam tahap awal pelaksanaan. Kesepakatan telah ditandatangani di Samarinda bersama beberapa daerah mitra, di antaranya Pati dan Blitar.
Cabai menjadi komoditas yang diprioritaskan dalam tahap pertama kerja sama. Menurut Pratama, perubahan harga komoditas tersebut memiliki pengaruh terhadap perkembangan harga pangan di Kutai Timur. Karena itu, diperlukan pilihan sumber pasokan lain agar kebutuhan pasar tetap dapat dipenuhi ketika produksi dari daerah sendiri belum mencukupi.
“Pada tahap awal, cabai menjadi fokus kerja sama karena kenaikan harganya turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga pangan di Kutai Timur,” ujar Pratama saat ditemui di Kantor Disperindag Kutim, Kamis (8/10/2026).
Ia menerangkan, pelaksanaan kerja sama tidak dilakukan dengan menempatkan pemerintah sebagai pihak yang membeli atau menjual komoditas secara langsung. Mekanisme yang disiapkan menggunakan pendekatan business to business (B2B), yakni hubungan perdagangan yang dijalankan antarpelaku usaha.
Dengan pola tersebut, pedagang di Kutai Timur akan dihubungkan dengan pedagang unggulan dari daerah yang menjadi mitra kerja sama. Pertemuan antarpedagang ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan komoditas yang dibutuhkan dari wilayah yang memiliki ketersediaan pasokan.
Pratama menambahkan, cakupan komoditas dalam kerja sama itu tidak terbatas pada cabai. Jenis barang yang diperdagangkan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di Kutai Timur, termasuk ketika komoditas tertentu mengalami kenaikan harga atau menghadapi kendala distribusi.
“Melalui kerja sama ini, pedagang lokal akan dipertemukan dengan pedagang unggulan di daerah mitra. Dengan begitu, komoditas yang dibutuhkan dapat diperoleh dari wilayah yang memiliki ketersediaan barang,” jelasnya.
Keberadaan jalur perdagangan alternatif tersebut diharapkan dapat membantu pedagang memenuhi permintaan pasar saat pasokan dari wilayah tertentu berkurang. Dengan adanya hubungan langsung antarpelaku usaha, pemenuhan kebutuhan komoditas di Kutai Timur diharapkan tidak hanya bertumpu pada satu daerah pemasok.
Meski demikian, kerja sama tersebut masih perlu melalui proses pelaksanaan untuk melihat sejauh mana mekanismenya dapat membantu menjaga ketersediaan barang dan mengurangi tekanan kenaikan harga. Hasilnya akan dipengaruhi oleh kelancaran komunikasi serta kesepakatan perdagangan antarpedagang, termasuk kemampuan daerah mitra menyediakan komoditas sesuai kebutuhan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kerja sama ini dapat mendukung distribusi pangan yang lebih lancar sekaligus menjadi alternatif dalam menghadapi perubahan harga di pasar. Upaya memperluas sumber pasokan dinilai penting, terutama ketika produksi lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Melalui skema tersebut, akses pedagang terhadap komoditas dari luar daerah diharapkan semakin terbuka sehingga ketersediaan pangan di Kutai Timur dapat lebih terjaga saat terjadi kenaikan harga maupun gangguan pasokan. (KA/ADV)




