DPRD Kutai Timur

DPRD Soroti Pelayanan RS Sangkulirang: Ruangan Minim, Pasien BPJS Kelas I Pilih Berobat ke Sangatta

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Shabaruddin, menyoroti minimnya sarana prasarana di Rumah Sakit (RS) Sangkulirang yang berdampak serius pada pelayanan, khususnya bagi pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas I. Krisis ini menyebabkan pasien memilih langsung berobat ke RS yang ada di Sangatta, melewati hierarki rujukan medis RS terdekat.

Shabaruddin mengungkapkan bahwa RS Sangkulirang menghadapi keluhan serius terkait ketersediaan ruangan khusus, seperti Kelas I, Kelas II, atau VIP. Kondisi ini menciptakan dilema bagi pasien BPJS Kelas I, terutama para karyawan perusahaan.

Keterbatasan fasilitas membuat pasien, yang seharusnya mendapat pelayanan sesuai standar jaminan mereka, menolak dirawat.

“Pasien-pasien dari karyawan perusahaan atau masyarakat yang ambil kelas I tidak mau digabungkan dengan kelas lain. BPJS mereka saja kelas satu, artinya minimal mereka dapat dua orang di satu ruangan,” jelas Shabaruddin, Sekretaris Komisi D DPRD Kutim.

Ia menambahkan, bahkan terkadang satu ruangan diisi hingga enam pasien, jauh di bawah standar yang diharapkan pasien BPJS Kelas I.

Keterbatasan ruangan ini memaksa banyak pasien karyawan perusahaan memilih langsung dirawat di RS yang ada Sangatta. Padahal, secara hierarki medis, mereka seharusnya mendapatkan pelayanan dari RS terdekat terlebih dahulu.

DPRD Kutim telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit terkait untuk memaksimalkan pelayanan, dengan memastikan anggaran dialokasikan secara tepat untuk mengatasi krisis sarana prasarana.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button