DPRD Kutai Timur

Jadwal Pembahasan Disorot, NasDem Nilai APBD 2026 Disusun Tanpa Ruang Pengawasan

SANGATTA—Fraksi Partai NasDem DPRD Kutai Timur (Kutim) melayangkan kritik keras terhadap proses penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, menilai bahwa proses tersebut berjalan tanpa ruang pengawasan yang memadai. Dalam Pandangan Umum yang dibacakan Aldryansyah pada Rapat Paripurna ke-XIII, Selasa (25/11/2025), NasDem menegaskan bahwa waktu pembahasan yang sangat sempit berpotensi besar mengabaikan fungsi kontrol DPRD serta aspirasi publik yang seharusnya menjadi fokus utama.

Aldryansyah menyebut jadwal pembahasan APBD dan rencana kegiatan multiyears 2026 terkesan dipaksakan tanpa alasan yang jelas, sehingga membuat proses legislasi anggaran berjalan tidak efektif. Ia menyoroti bahwa tahapan yang dilalui bahkan tidak sesuai dengan jadwal resmi Badan Musyawarah (Banmus), yang meningkatkan risiko kesalahan perhitungan dan ketidaktepatan program pembangunan.

Sorotan paling tajam Fraksi NasDem adalah adanya inkonsistensi angka pendapatan daerah yang signifikan. Dalam kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), pendapatan disetujui sebesar Rp 4,86 triliun. Namun, dalam Raperda APBD 2026 yang diajukan pemerintah, angka pendapatan tiba-tiba melonjak menjadi Rp 5,73 triliun, menunjukkan selisih kenaikan mendadak sebesar Rp 868 miliar.

Fraksi NasDem mempertanyakan secara mendalam dasar perhitungan, sumber pasti dari tambahan pendapatan tersebut, serta alasan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba setelah pembahasan KUA-PPAS selesai.

Lebih lanjut, NasDem meminta penjelasan terperinci terkait rencana 18 kegiatan multiyears senilai total Rp 1,08 triliun. Permintaan ini muncul di tengah kondisi keuangan daerah yang tertekan parah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai lebih dari 70 persen. NasDem menegaskan bahwa pemerintah harus menyampaikan dasar perhitungan yang rasional dan transparan agar APBD 2026 benar-benar sejalan dengan prioritas pembangunan yang realistis dan kebutuhan mendesak masyarakat Kutim.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button