Blank Spot Belum Tertangani Penuh, Diskominfo Kutim Tunda Pemasangan GSM Booster

KUTAI TIMUR — Upaya pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempercepat penanganan blank spot harus mengalami penundaan. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kutim memastikan bahwa pembangunan puluhan unit GSM Booster yang telah direncanakan tidak dapat direalisasikan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menargetkan sejumlah pembangunan GSM Booster di beberapa titik, termasuk wilayah Batu Ampar. Target awalnya berkisar lima hingga enam unit, namun kebutuhan lapangan menunjukkan kemungkinan penambahan hingga sembilan unit. Meski demikian, seluruh rencana tersebut terpaksa ditunda.
“Sebenarnya kemarin kita ada program di sana, rencananya dibangun tahun ini sebanyak lima atau enam, tapi bisa sampai sembilan malah,” jelas Sulisman. “Tapi itu tadi, karena ada efisiensi anggaran, akhirnya kita belum bisa membangun itu tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan,” tambahnya.
Selain faktor anggaran, proses pembangunan tower juga kerap terkendala perizinan dan kesiapan operator seluler yang akan mengisi Base Transceiver Station (BTS). Sulisman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak dapat berdiri sendiri tanpa koordinasi matang bersama provider.
“Kita juga harus betul-betul kerja sama dengan provider terkait BTS-nya. Jangan sampai kita membangun tower, tapi tidak ada isinya. Kalau tidak ada BTS-nya, itu juga tidak bisa kita manfaatkan,” tegasnya.
Meski pembangunan fisik tertunda, Diskominfo Kutim tetap memprioritaskan peningkatan layanan telekomunikasi. Pada tahun 2025, instansi tersebut memfokuskan program strategis Internet Sekolah, sebagai kelanjutan dari program unggulan Bupati Kutim dalam pemerataan akses digital untuk dunia pendidikan.
Sulisman berharap alokasi anggaran tahun depan dapat kembali normal sehingga pembangunan GSM Booster dapat dilanjutkan demi memperluas jangkauan jaringan di wilayah-wilayah yang masih terdampak blank spot.(adv)




