Pemkab Kutim Dorong Industri Pengolahan Kakao Berbasis Padat Karya

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk mengembangkan industri pengolahan kakao berbasis padat karya, dengan tujuan agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh para petani dan masyarakat lokal.
Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan fokus utama adalah membangun industri pengolahan yang menyerap tenaga kerja lokal, bukan sekadar industri padat modal.
“Tujuannya agar sebaran ekonomi bisa langsung dinikmati oleh para petani dan masyarakat sekitar, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” ujar Ardiansyah, Rabu (12/11/2025).
Menurut Bupati, meskipun Kutim dikenal sebagai daerah pertambangan dan perkebunan kelapa sawit berskala besar, pemerintah daerah ingin menyeimbangkan ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian kerakyatan.
Selain kakao, komoditas lain yang dikembangkan untuk dihilirisasi adalah pisang, nanas, dan karet, yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan mendukung diversifikasi produk lokal.
Produksi kakao di Kutim saat ini berkisar 1.000–1.400 ton per tahun, terutama berasal dari sentra produksi di Kecamatan Karangan dan Busang.
Pemerintah daerah mendorong kelompok tani yang ingin mendirikan unit pengolahan lokal, termasuk menyiapkan dukungan pembangunan hingga 10 pabrik pengolahan skala kecil dan menengah yang dikelola masyarakat.
“Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperluas kesempatan kerja di wilayah pedesaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(ADV)




