Yulianus Palangiran Peringatkan Pemkab Kutim Segera Bangun Ekonomi Rakyat Berbasis Pertanian

SANGATTA—Sebuah peringatan keras disampaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, menuntut agar kabupaten ini segera mengakhiri ketergantungan ekonominya pada sektor pertambangan dan perkebunan skala besar. Anggota Komisi D DPRD Kutim, Yulianus Palangiran, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera menyusun langkah konkret guna mengalihkan fokus ke ekonomi rakyat berbasis pertanian.
Yulianus Palangiran menegaskan bahwa Kutim tidak boleh terus berada dalam posisi khawatir mengenai kecilnya Dana Bagi Hasil (DBH) atau minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kecemasan ini akan terus ada jika Pemkab tidak memiliki keberanian untuk melakukan diversifikasi ekonomi secara fundamental. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam seperti tambang dan perkebunan besar memiliki batas waktu dan suatu saat akan habis.
“Saya pernah sampaikan di dalam rapat, kita harus hati-hati,” ujarnya, menekankan bahwa ketergantungan pada sumber daya yang tak terbarukan merupakan strategi ekonomi yang riskan.
Strategi “Menggendong Masyarakat Kecil”
Yulianus Palangiran menggarisbawahi bahwa strategi utama Pemkab ke depan harus berorientasi pada terobosan yang berpihak pada masyarakat kecil. Ia menyebut strategi ini sebagai upaya “menggendong masyarakat kecil” agar mereka dapat menyusul secara ekonomi, dengan kunci utamanya terletak pada penguatan sektor ketahanan pangan.
Penguatan tersebut, menurutnya, harus dimulai dari kelompok tani. Kelompok tani adalah ujung tombak yang paling mampu menciptakan kemandirian ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan lokal. Sayangnya, ia menyoroti bahwa realitas di lapangan menunjukkan tanah-tanah desa atau negara saat ini masih banyak dikuasai oleh investor, bukan oleh masyarakat setempat yang seharusnya menjadi fokus penguatan.
Oleh karena itu, membangun ekonomi rakyat berbasis pertanian dipandang sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih menjanjikan dan mampu menjamin stabilitas ekonomi daerah, dibandingkan terus menerus bergantung pada sumber daya alam yang sewaktu-waktu bisa habis.(Adv)




