DPRD Kutai Timur

Sayyid Umar Perjuangkan Jalan Poros Sandaran-Karangan Masuk MYC

Kutai Timur – Kondisi infrastruktur yang tertinggal di wilayah pedalaman Kutai Timur kembali menjadi sorotan tajam di legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Sayyid Umar, mendesak Pemerintah Daerah agar memprioritaskan pembangunan jalan poros yang menghubungkan wilayah Sandaran dan Karangan. Desakan ini harus direalisasikan melalui skema kontrak tahun jamak (Multi Year Contract – MYC) untuk menjamin penyelesaiannya.

Desakan ini muncul menyusul kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut yang dinilai masih sangat tertinggal, mengakibatkan dampak serius pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Sayyid Umar mengungkapkan bahwa untuk mencapai pusat kegiatan, warga terpaksa harus menempuh rute memutar yang panjang dan mahal, bahkan harus melintasi wilayah Kabupaten Berau.

Sayyid Umar menegaskan bahwa pembukaan akses jalan yang memadai adalah kunci utama dan satu-satunya cara untuk membebaskan masyarakat dari isolasi geografis yang sudah berlangsung lama. Ia secara spesifik menyoroti desa-desa seperti Sandaran dan Tanjung Mangkalihat yang saat ini merasa termarginalkan karena belum adanya jalan tembus yang layak di Kutim sendiri.

“Masalah utama ada di jalur menuju Seriung di Tanjung Perak. Karena jalan kita tidak memadai, akhirnya masyarakat terpaksa lewat Berau, melewati satu kabupaten lain hanya untuk bepergian. Ini menunjukkan dua desa kita betul-betul termarginalkan,” ujar Sayyid Umar.

Untuk mengatasi permasalahan konektivitas ini secara tuntas, Sayyid mengusulkan sejumlah ruas jalan vital agar segera dimasukkan ke dalam daftar prioritas MYC. Ruas-ruas tersebut meliputi jalur Peridan ke Tanjung Manis, Rimba Hijau ke Sandaran, dan yang paling krusial adalah jalur Sandaran ke Seriung. Ia yakin, jika akses-akses ini berhasil dibuka dan tersambung, seluruh daerah di Dapil 5 akan terhubung sepenuhnya, mengakhiri ketergantungan pada daerah tetangga dan memicu pertumbuhan ekonomi lokal. (*/ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button