Amplang Batubara Tembus Sarawak, Diskop UMK Kutim Fasilitasi Pengembangan Ekspor

Kutai Timur — Peluang produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk berkembang hingga pasar internasional mulai terlihat. Salah satu produk yang telah mencapai pasar luar negeri adalah Amplang Batubara, yang disebut telah menembus pasar Sarawak, Malaysia.
Capaian tersebut menjadi salah satu contoh produk lokal yang mampu memperluas jangkauan pemasaran di luar daerah. Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Koperasi dan UMK masih memberikan fasilitasi agar pengembangan pasar produk tersebut dapat berlanjut, termasuk dalam proses ekspornya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kutim, Marhadyn, menyebut kemampuan pelaku UMKM dalam memperluas pasar menjadi bagian penting dari pengembangan usaha. Menurutnya, UMKM yang sudah memiliki kemampuan produksi dan pasar perlu terus didorong agar tidak hanya bertahan di tingkat lokal.
“Seperti sekarang kita punya yang sudah skala ekspor itu kan amplang batubara. Sudah tembus sampai di Sarawak,” kata Marhadyn saat ditemui di ruang kerjanya.
Setelah produk berhasil menjangkau pasar Sarawak, tahapan berikutnya adalah memastikan proses pengembangan ekspor dapat berjalan. Untuk itu, pemerintah daerah masih memberikan dukungan melalui fasilitasi terhadap kebutuhan yang berkaitan dengan proses tersebut.
“Dan kita lagi fasilitasi untuk proses-proses ekspornya,” jelasnya.
Menurut Marhadyn, pengalaman Amplang Batubara menunjukkan bahwa produk UMKM Kutim memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas apabila mampu membaca kebutuhan pasar. Pengembangan UMKM karena itu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan pelaku usaha melihat perubahan dan peluang yang muncul.
Kemampuan menyesuaikan usaha dengan perkembangan pasar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM. Ketika kebutuhan dan selera konsumen berubah, pelaku usaha perlu mampu melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan produknya.
Di sisi lain, pengembangan UMKM juga berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Usaha yang tumbuh di daerah dapat melibatkan sumber daya manusia secara langsung dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonomi secara mandiri.
Marhadyn sebelumnya juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, anak-anak muda memiliki kesempatan untuk mengambil peran sebagai entrepreneur dan pengusaha dengan memanfaatkan berbagai potensi yang tersedia di daerah.
Amplang Batubara sendiri bukan pertama kali mendapat perhatian dalam upaya pengembangan pasar luar daerah. Produk tersebut sebelumnya telah dipersiapkan untuk pasar Malaysia. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Sangatta (KPPBC TMP C Sangatta) juga menyebut Amplang Batubara sebagai salah satu produk UMKM lokal yang berhasil diekspor melalui pendampingan klinik ekspor.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pengembangan produk UMKM Kutim ke pasar yang lebih luas. Diskop UMK Kutim pun terus memberikan fasilitasi terhadap pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi pasar, termasuk untuk memperkuat akses menuju pasar internasional.
Dengan semakin terbukanya akses tersebut, produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di pasar Kutim dan wilayah sekitarnya, tetapi juga mampu memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas secara berkelanjutan. (NY/ADV)




