Pengusaha Mikro Kutim Didorong Kreatif dan Inovatif Hadapi Persaingan

Kutai Timur – Persaingan usaha menuntut pengusaha mikro di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan mengambil keputusan menjadi bekal untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Business Owner of Mentality (BOM) yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kutim di Hotel MS, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengusaha mikro dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Jurniati, mengatakan pelaku usaha perlu memiliki mentalitas kewirausahaan agar mampu menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
“Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif, pelaku usaha tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dalam menghasilkan produk. Tetapi juga perlu memiliki pola pikir kewirausahaan,” ujar Jurniati dalam sambutannya.
Menurutnya, mentalitas wirausaha berperan dalam membentuk kemandirian, kreativitas, dan inovasi. Bekal tersebut juga diperlukan agar pengusaha mampu mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan bisnis.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengubah orientasi usaha, dari sekadar memenuhi kebutuhan saat ini menjadi bisnis yang memiliki arah pengembangan jangka panjang.
“Melalui kegiatan bimbingan teknis Business Owner of Mentality, peserta diharapkan mampu membangun pola pikir sebagai pemilik usaha yang berorientasi pada pertumbuhan dan berkelanjutan usaha,” tuturnya.
Bimtek tersebut diikuti 30 pengusaha mikro dari empat kecamatan, yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Kaubun, dan Bengalon. Materi disampaikan Master G Coach Adi Darwis dari Global Entrepreneur Profesional (GENPRO) Pusat.
Pelatihan diharapkan memperluas wawasan peserta mengenai mentalitas kewirausahaan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun pola pikir yang berorientasi pada solusi. Kegiatan ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Koperasi dan UKM Kutim dalam program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Melalui peningkatan pengetahuan dan kompetensi tersebut, pengusaha mikro diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan dalam pengelolaan usaha sehari-hari, sehingga bisnis menjadi lebih profesional dan berdaya saing. (ADV/IR)




