AdvertorialKominfo Kutai Timur

Sangatta Selatan Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Kebutuhan Fasilitas Dasar

Kutai Timur — Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan menyoroti masih adanya perbedaan pembangunan antara wilayah utara dan selatan. Ketersediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) menjadi salah satu hal yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan pembangunan fasum dan fasos perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas, terutama untuk kawasan yang berada di luar Taman Nasional Kutai (TNK). Sementara itu, kebutuhan masyarakat di wilayah yang berada dalam kawasan TNK juga diharapkan tetap dapat diakomodasi melalui kerja sama dengan pihak terkait.

“Kita masuk wilayah yang memang kontras sekali pembangunan di utara dengan di selatan,” kata Dewi di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (25/9/2026).

Menurut Dewi, sejumlah kebutuhan dasar masih menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Di antaranya adalah ketersediaan listrik, air bersih serta akses jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Kecamatan Sangatta Selatan.

Dari berbagai kebutuhan tersebut, pembangunan fasum dan fasos menjadi salah satu usulan utama yang disampaikan pihak kecamatan kepada pemerintah kabupaten. Prioritas pembangunan terutama diarahkan ke wilayah yang berada di luar kawasan TNK.

“Saya fokusnya itu mengusulkan terkait dengan fasum fasos di Kecamatan Sangatta Selatan, khususnya harus yang menjadi prioritas itu di luar wilayah TNK,” ujarnya.

Namun, Dewi menegaskan wilayah yang masuk dalam kawasan TNK tetap membutuhkan perhatian. Untuk itu, pihak kecamatan mendorong adanya mekanisme kerja sama dengan TNK sehingga pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat tetap dapat dilakukan.

“Kita mendorong pemerintah kabupaten untuk segera menerbitkan PKS dengan TNK khusus untuk fasilitas umum dan fasos di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan,” tuturnya.

Selain pembangunan fasilitas sosial dan umum, persoalan konektivitas antardesa juga menjadi perhatian. Kecamatan Sangatta Selatan disebut belum memiliki jalan yang menghubungkan seluruh desa, sehingga pembangunan akses jalan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Yang paling urgent kami butuhkan adalah terkait dengan listrik, air dan jalan,” jelasnya.

Dewi juga menaruh harapan pada pembangunan jalan ring road yang apabila seluruh jalurnya tersambung dapat memberikan akses yang lebih singkat bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Ketika jalan ring road ini bisa terhubung, maka secara otomatis ini akan memperpendek akses masyarakat,” tandasnya.

Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan pun terus mengusulkan pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan konektivitas agar masuk dalam agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.ADV

Related Articles

Back to top button