Kualitas Udara Jadi Patokan, PJJ Kutim Tak Diberlakukan Seragam

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara seragam di seluruh wilayah. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil pengukuran kualitas udara di masing-masing daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, mengatakan wilayah dengan kualitas udara yang dinilai tidak memungkinkan untuk kegiatan fisik di luar ruangan akan menjadi perhatian khusus dalam penentuan pelaksanaan kegiatan tersebut.
“PJJ menyesuaikan dengan laporan kondisi udara berdasarkan kewilayahan. Wilayah yang berdasarkan pengukuran kualitas udaranya tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan fisik lapangan, itu yang akan disesuaikan,” kata Trisno.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan kondisi kualitas udara semata untuk kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah.
Berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di luar ruangan juga akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing secara berkala.
Laporan kondisi udara tersebut nantinya akan menjadi dasar utama untuk melihat tingkat keamanan kegiatan, termasuk dengan mempertimbangkan kelompok usia masyarakat.
Pemerintah membagi kondisi tersebut secara cermat berdasarkan beberapa kategori kualitas udara serta kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.
“Di dalam laporan kondisi udara itu ada beberapa kluster umur, ya. Kluster umur yang sehat, tidak sehat dan segala macam. Tentunya menyesuaikan itu. PJJ juga demikian,” jelasnya.
Trisno mengatakan bahwa kebijakan tersebut pada dasarnya bukan hanya mengenai pengaturan teknis pembelajaran jarak jauh saja.
Pemerintah ingin memastikan seluruh kegiatan masyarakat di Kutim tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan demi mencegah potensi gangguan kesehatan akibat pencemaran udara.
“Seluruh agenda ini bukan terkait PJJ, tapi terkait dengan menjaga kesehatan masyarakat. Indikasi gangguan kesehatan berkenaan dengan pencemaran lingkungan tetap menjadi perhatian khusus di dalam seluruh rangkaian kegiatan Kutai Timur,” ujarnya.
Dengan pola penerapan tersebut, seluruh kegiatan di luar ruangan akan selalu mengikuti kondisi faktual di setiap wilayah, sehingga keputusan akhir yang diambil dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.ADV




