Pemkab Masih Verifikasi Data Stunting Sangatta Selatan Sebelum Tentukan Intervensi

Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, tengah melakukan pendataan dan verifikasi ulang terhadap data stunting sebelum digunakan sebagai dasar penentuan intervensi. Langkah tersebut dilakukan karena basis data yang tersedia dinilai masih perlu diperjelas agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengatakan data stunting yang saat ini digunakan masih mengacu pada catatan berdasarkan kunjungan masyarakat ke Posyandu. Namun, perubahan angka dari bulan ke bulan menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi data tersebut sehingga perlu diperiksa kembali.
“Terkait dengan stunting saya masih dalam tahapan pendataan, data stunting yang ada di Kecamatan Sangatta Selatan menggunakan data berdasarkan kunjungan ke Posyandu,” kata Dewi.
Menurut Dewi, kejelasan variabel yang digunakan dalam pendataan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya, angka stunting yang berubah setiap bulan perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah perubahan tersebut benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan atau dipengaruhi oleh faktor pendataan.
“Variabelnya enggak jelas, di bulan Juli naik, di bulan Agustus bisa turun, di bulan September naik, di bulan Oktober bisa turun seperti tanpa intervensi,” ujarnya.
Untuk memastikan keakuratan informasi tersebut, pemerintah kecamatan meminta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) membantu melakukan verifikasi terhadap data yang telah dihimpun. Pemeriksaan ulang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi masyarakat yang masuk dalam pendataan stunting.
“Makanya saya minta ke teman-teman PLKB untuk kita verifikasi kembali data yang masuk,” tuturnya.
Selain melibatkan PLKB, proses verifikasi juga akan dibantu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan dapat membantu memeriksa kesesuaian data dengan kondisi yang ditemukan secara langsung di lapangan.
“Saya juga minta bantuan teman-teman KKN untuk mencoba verifikasi kembali, apakah ini sudah betul-betul bisa kita jadikan data untuk mengintervensi,” jelasnya.
Dewi menegaskan, ketepatan data menjadi faktor penting dalam menentukan sasaran penanganan stunting. Pemerintah perlu memastikan masyarakat yang tercatat memang sesuai dengan kondisi dan indikator yang menjadi dasar penanganan, sehingga program intervensi dapat diarahkan secara tepat.
“Target kita adalah yang memang sudah terindikasi, kalau datanya tidak valid, pendekatan yang kita gunakan juga jadi sia-sia,” tandasnya.
Ia menambahkan, proses pembenahan data masih menjadi tahap yang perlu diselesaikan sebelum pemerintah kecamatan menentukan langkah intervensi lebih lanjut. Melalui verifikasi bersama PLKB dan mahasiswa KKN, data yang tersedia diharapkan menjadi lebih akurat dan dapat digunakan sebagai landasan dalam upaya penanganan stunting di Sangatta Selatan.
“Memang terkait dengan stunting kami masih dalam proses merapikan data dulu,” pungkasnya. (IC/ADV)




