DPRD Kutai Timur 2024

Regulasi Baru untuk Penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur Segera Difinalisasi

Sangatta – Dalam upaya meningkatkan penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual, Novel Tyty Paembonan, mengumumkan bahwa regulasi baru tengah dalam tahap finalisasi. Raperda ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis dalam pencegahan, pengobatan, dan pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Novel Tyty Paembonan, yang juga merupakan anggota DPRD Kutai Timur dari Partai Gerindra, menegaskan bahwa regulasi ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam penanganan HIV/AIDS. “HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” jelas Novel.

Regulasi baru ini mencakup berbagai aspek penanganan HIV/AIDS, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, program pencegahan yang efektif, serta penyediaan layanan pengobatan yang terjangkau dan berkualitas. Novel mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama dalam regulasi ini adalah pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

“Kita harus memastikan bahwa setiap orang mendapatkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS agar mereka tidak takut untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan. Stigma dan diskriminasi harus dihapuskan,” tambah Novel.

Pansus Raperda HIV/AIDS telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, untuk menyusun regulasi yang komprehensif dan inklusif. Novel berharap regulasi ini dapat segera disahkan dan diterapkan, sehingga upaya penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Dengan regulasi yang komprehensif dan sinergi yang kuat, kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan HIV/AIDS dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan inklusif,” tutup Novel.

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kutai Timur kali ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan langkah nyata dalam upaya penanganan HIV/AIDS. Regulasi yang sedang difinalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur.(Adv)

Related Articles

Back to top button