Bupati Kutim Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas Pemerataan dan Penggerak Ekonomi Daerah

Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten.
Menurut Ardiansyah, infrastruktur memegang peran vital dalam membuka keterisolasian wilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Tanpa konektivitas yang baik, berbagai potensi sumber daya alam di daerah dinilai sulit dikelola secara maksimal.
“Infrastruktur ini adalah fondasi kemakmuran. Kalau kita tidak punya konektivitas yang baik, kita akan terus tertinggal dalam mengelola sumber daya sendiri,” ujarnya dalam kesempatan di Sangatta.
Ia menyampaikan pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi secara bertahap terus diperluas hingga ke wilayah pedalaman, pesisir, dan perbatasan kabupaten. Pemerataan pembangunan ini dinilai penting untuk menciptakan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat.
Bupati memaparkan bahwa pembangunan jalan, jembatan, hingga peningkatan infrastruktur dasar lainnya bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat kesiapan daerah dalam mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan dan berdaulat.
“Jalan dan jembatan bukan hanya bangunan fisik, tetapi sarana yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, pendidikan, hingga pasar. Ini komitmen kami dalam pemerataan pembangunan,” jelasnya.
Ardiansyah menegaskan bahwa penguatan infrastruktur, baik fisik maupun digital, menjadi bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutim dalam lima tahun terakhir. Transformasi digital juga mulai didorong guna mendukung layanan publik yang lebih cepat dan efisien.
Ia menambahkan, seluruh pembangunan dilakukan secara bertahap dan terencana agar konektivitas antarwilayah benar-benar terwujud dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita tidak main-main membangun infrastruktur ini. Bahkan wilayah yang sulit dijangkau pun harus dipenuhi kebutuhannya, karena pembangunan tidak boleh meninggalkan satu pun daerah,” tegasnya.
Ardiansyah berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal, mulai dari produktivitas pertanian hingga akses perdagangan masyarakat di daerah pelosok.(ADV).




