DTPHP Kutim Gandeng Polres dan Swasta Perluas Program Tanam Jagung

SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas program tanam jagung dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Polres Kutim dan sektor swasta. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada jagung nasional.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Tanam Jagung Serentak Satu Juta Hektar, yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Kontribusi Kutim ini luar biasa karena kita bekerja sama dengan Polres Kutim. Dari pusat pun Polri dijadikan pionir pengembangan jagung di daerah,” ungkap Dyah.
Salah satu bentuk nyata kerja sama ini terlihat di lahan eks tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC) seluas 25 hektare yang kini telah ditanami jagung. Inisiatif tersebut menjadi contoh konkret pemanfaatan lahan pascatambang untuk kegiatan produktif dan berkelanjutan di bidang pertanian.
Selain KPC, sejumlah perusahaan tambang dan perkebunan lainnya juga mulai menyiapkan lahan serupa untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Pemerintah daerah melalui DTPHP memberikan dukungan teknis menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian modern, hingga pendampingan oleh tenaga penyuluh lapangan.
“Penyuluh menjadi ujung tombak pendampingan. Mereka memastikan petani menerapkan teknik budidaya yang benar dan produktif agar hasil panen bisa optimal,” jelas Dyah.
Program tanam jagung ini kini terus berkembang ke berbagai kecamatan, seperti Rantau Pulung, Teluk Pandan, dan Long Mesangat. Pemerintah berharap perluasan ini dapat memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan, membuka peluang usaha baru di pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Menurut Dyah, dengan dukungan dari aparat kepolisian, sektor swasta, dan masyarakat, Kutai Timur berpeluang besar menjadi salah satu kontributor utama swasembada jagung di Kalimantan Timur.
“Ini bukan hanya soal menanam jagung, tapi tentang membangun kolaborasi untuk masa depan pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.(ADV)




