AdvertorialKominfo Kutai Timur

DPPKB Kutim Dorong Program BKKD Berperan dalam Penurunan Stunting

Sangatta – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong agar program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) turut berperan dalam upaya penurunan angka stunting di daerah.

‎
‎Program BKKD yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutim ini mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta per tahun untuk setiap rukun tetangga (RT).
‎
‎Skema tersebut diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2025, yang tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis menekan kemiskinan dan stunting dari akar permasalahannya.
‎
‎Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menjelaskan, dana BKKD memberikan keleluasaan bagi RT untuk mengelola kegiatan sesuai kebutuhan warganya.
‎
‎“Misalnya penyelenggaraan dan pelatihan, apapun itu yang fungsinya bisa meningkatkan penghasilan keluarga,” ujarnya di Sangatta.
‎
‎Menurutnya, dana tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan rumah dan penyediaan sanitasi layak.
‎
‎“Kalau memang ada warga membutuhkan rehab rumah layak huni atau membutuhkan jamban, bisa digunakan di situ. Yang penting tidak semuanya difokuskan untuk penanganan stunting,” jelasnya.
‎
‎Junaidi menegaskan, meski penanganan stunting merupakan prioritas nasional, pembangunan berbasis RT melalui program BKKD memiliki fungsi yang lebih luas, yakni memperkuat ketahanan keluarga secara menyeluruh.
‎
‎Ia menilai, pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses sanitasi, dan penyediaan hunian layak berkontribusi besar dalam menurunkan risiko stunting di masyarakat.
‎
‎Dengan skema pembangunan dari tingkat terkecil, Pemkab Kutim berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata, sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan melalui kolaborasi langsung antara pemerintah dan warga.
‎
‎”Semoga dengan ini, semua dapat berkolaborasi dalam melakukan penanganan stunting di Kutai Timur,” pungkasnya.(ADV).

Related Articles

Back to top button