AdvertorialKominfo Kutai Timur

Singa Geweh Jadi Wilayah dengan Intensitas Karhutla Tinggi di Sangatta Selatan

Kutai Timur — Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Singa Geweh yang tercatat mengalami kejadian kebakaran dengan intensitas tinggi pada periode 10 hingga sekitar akhir Agustus.

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena sebagian wilayah Singa Geweh berada di area gambut. Karakteristik lahan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pengendalian kebakaran.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan kejadian kebakaran sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah secara relatif merata. Namun, Singa Geweh menjadi lokasi dengan kejadian paling intens selama periode tersebut.

“Hampir di semua merata, tapi yang paling intens kemarin itu dari tanggal 10 sampai tanggal 30-an Agustus memang di wilayah Singa Geweh,” kata Dewi di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (25/9/2026).

Menurut Dewi, kondisi lahan gambut membuat pengawasan terhadap potensi kebakaran perlu dilakukan secara lebih serius. Meski demikian, kondisi di kawasan tersebut saat ini disebut mulai lebih terkendali.

“Posisinya gambut, yang paling intens ya, alhamdulillah di sini sudah mulai terjaga,” ujarnya.

Untuk mencegah munculnya kebakaran yang lebih luas, pemerintah kecamatan melakukan patroli secara rutin. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah metode, mulai dari penggunaan drone, sepeda motor hingga pemantauan langsung dengan berkeliling di lapangan.

“Kita selain konsepnya pemadaman juga patroli secara rutin, teman-teman patroli lewat drone, lewat motor, jalan keliling,” tuturnya.

Pemantauan juga menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Pada saat ditemukan titik api dalam skala kecil, petugas berupaya segera melakukan penanganan agar api tidak meluas.

“Khususnya di kondisi siang seperti ini ketika ada titik api kecil kita langsung padamkan,” jelasnya.

Selain mengandalkan patroli, pemerintah kecamatan turut melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi. Masyarakat diberikan informasi mengenai kondisi lingkungan serta pentingnya menghindari aktivitas pembakaran.

“Selain patroli kita juga melakukan sosialisasi, memberikan edukasi ke masyarakat dan informasi bahwa saat ini kondisi El Nino tidak boleh membakar,” tandasnya.

Pencegahan tersebut dilakukan dengan mengutamakan deteksi dini dan penanganan cepat terhadap titik api. Edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat agar aktivitas pembakaran dapat dihindari, terutama ketika kondisi lingkungan sedang rawan terjadi karhutla.ADV

Related Articles

Back to top button