Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Marhadyn Andalkan Peran UMKM Kutim

Kutai Timur – Perlambatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Marhadyn, menilai pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi daerah, terutama ketika sektor batu bara menghadapi tekanan.
Pandangan tersebut disampaikan Marhadyn saat memberikan sambutan pada pembukaan bimbingan teknis Business Owner of Mentality (BOM) di Hotel MS, Minggu (11/10/2026). Ia mendorong peserta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha, memperluas pasar, dan memanfaatkan peluang agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Marhadyn menyinggung pertumbuhan ekonomi Kutim pada 2025 yang tercatat sebesar 1,05 persen, melambat dibandingkan 9,82 persen pada 2024. Menurutnya, keberadaan UMKM menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi di tengah tekanan pada sektor batu bara.
“Untung masih ada UMKM yang menolong,” ungkap Marhadyn.
Ia menjelaskan, potensi ekonomi daerah perlu diimbangi kemampuan pengusaha dalam menjalankan bisnis. Peluang pasar tidak akan optimal jika pelaku usaha tidak memiliki manajemen yang baik, memahami kebutuhan konsumen, dan bersedia memperbaiki strategi usahanya.
Karena itu, peserta pelatihan didorong agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi penurunan penjualan atau berkurangnya pelanggan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menemukan pendekatan baru dalam pemasaran dan penjualan.
Marhadyn mencontohkan usaha makanan sederhana yang berpeluang berkembang ketika pemiliknya berani memperluas jangkauan pemasaran, termasuk melalui perdagangan daring. Pemanfaatan saluran penjualan digital dinilai dapat membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Teman-teman adalah agent of change,” katanya, menegaskan peran pengusaha UMKM sebagai agen perubahan yang dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Marhadyn juga menyampaikan harapan agar pertumbuhan ekonomi Kutim ke depan dapat mencapai kisaran 5–6 persen. Ia berharap penguatan kemampuan pengusaha dan dukungan berbagai pihak dapat membantu UMKM berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. (ADV/IR)




