RKAB Batu Bara Dikembalikan, Bupati Kutim Singgung Ancaman PHK

Kutai Timur — Sejumlah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pertambangan batu bara di Kutai Timur (Kutim) dikembalikan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut kondisi itu dapat berdampak pada aktivitas perusahaan hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Meski demikian, Ardiansyah menyebut kondisi tenaga kerja saat ini masih aman. Ia menilai perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan pemerintah pusat memperhatikan kondisi daerah yang sedang menghadapi tekanan fiskal.
“Apa hubungannya RKAB? RKAB dikurangi, kita akan menghadapi persoalan PHK. Nah, alhamdulillah ini sepertinya aman,” kata Ardiansyah usai mengikuti rapat paripurna ke-I DPRD Kutim, Jumat (18/9/2026).
Menurut Ardiansyah, informasi mengenai sejumlah RKAB yang dikembalikan diperolehnya setelah bertemu dengan pihak terkait.
Ia menyampaikan persoalan tersebut di luar agenda rapat paripurna yang membahas Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS APBD 2026.
“Karena sepertinya saya kemarin ketemu, nah ini di luar dari ini konteksnya, tapi kenapa saya sampaikan ternyata RKAB beberapa perusahaan juga dikembalikan,” ujarnya.
Ia melihat perkembangan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi yang sedang dihadapi daerah. Bagi Kutim, aktivitas pertambangan memiliki kaitan dengan keberlangsungan kegiatan perusahaan dan tenaga kerja.
“Nah, ini artinya pusat juga memperhatikan tingkat kesulitan daerah,” ucapnya.
Selain persoalan RKAB, Pemkab Kutim masih menunggu penyaluran dana transfer ke daerah yang mengalami kurang salur secara berkala. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan koordinasi intensif agar dana perimbangan tersebut dapat segera cair tepat waktu.
Ardiansyah berharap dana tersebut dapat segera diterima sehingga membantu kondisi keuangan daerah, terutama pada tiga bulan terakhir tahun anggaran berjalan ini yang sangat krusial bagi kelancaran program pembangunan.
“Sehingga kita hanya satu lagi yang ingin kita harapkan supaya transfer ke daerah ini sesuai dengan kurang salur ini segera disalurkan kembali ke daerah. Kita berharap ini bisa ada di tiga bulan terakhir ini,” demikian Ardiansyah.ADV




