DPRD Kutai Timur

Anggota DPRD Kutim Yusri Yusuf: Kebijakan Dukungan Wirausaha Baru Wajib Didampingi, Cegah ‘Kolaps’ Dini

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yusri Yusuf, menegaskan bahwa kebijakan pemberian dukungan kepada wirausaha lokal kini harus melalui pendekatan bertahap. Menurutnya, bantuan permodalan langsung kepada pelaku usaha pemula terlalu berisiko dan rentan menyebabkan kegagalan usaha (kolaps) dini.

Yusri Yusuf menjelaskan bahwa kebijakan baru Pemkab Kutim ini didorong oleh pertimbangan untuk melindungi investasi dan pelaku usaha dari ketidakpastian pasar yang belum mereka pahami.

“Karena kalau orang bantu takutnya belum biasa dengan ekonomi atau perdagangan atau berwirausaha kena gelombang sedikit sudah kolaps, itu yang coba kita perhatikan,” ujar Yusri di Sangatta, Minggu (16/11/2025).

Dalam skema yang diadvokasi Yusri, pelaku usaha rintisan (yang benar-benar baru) harus diprioritaskan untuk menerima program pendampingan dasar dan edukasi terlebih dahulu. Pendampingan ini difokuskan pada pembekalan keterampilan praktis seperti pengelolaan arus kas dan penentuan harga jual.

Sementara itu, bantuan modal dan akses pasar akan disediakan bagi pelaku usaha yang sudah terbukti bertahan selama satu hingga dua tahun. Yusri menilai kelompok ini lebih matang dan siap memanfaatkan modal sebagai katalis untuk ekspansi.

Yusri Yusuf berharap kebijakan yang memilah dukungan secara strategis ini dapat mengurangi angka kegagalan usaha di Kutim dan memaksimalkan dampak positif bantuan publik dalam jangka panjang.

Kebijakan strategis ini diharapkan dapat mengurangi angka kegagalan usaha rintisan di Kutim dan memaksimalkan dampak positif dari bantuan pemerintah dalam jangka panjang.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button