Ambulans Rusak di Karangan: Warga Terpaksa Sewa Kendaraan Pribadi, DPRD Soroti Kegagalan Pelayanan Darurat

SANGATTA – Di tengah kesulitan geografis, warga Kecamatan Karangan, Kutai Timur, kini menghadapi dilema menyakitkan: saat nyawa dipertaruhkan, kendaraan penolong vital mereka, ambulans, justru bermasalah. Kondisi ini memaksa masyarakat mengambil risiko dengan menyewa kendaraan umum atau pribadi untuk menempuh perjalanan rujukan darurat yang panjang dan berat menuju Sangatta.
Isu ambulans yang bermasalah di Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), kini berkembang menjadi sorotan yang lebih luas terkait kelayakan seluruh unit kendaraan operasional kesehatan di kabupaten tersebut. DPRD Kutim menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap aset-aset Puskesmas dan Rumah Sakit yang sudah tidak layak pakai.
Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin, menegaskan bahwa permasalahan ambulans yang memaksa warga menyewa kendaraan pribadi untuk rujukan ke Sangatta menunjukkan adanya kegagalan dalam penanganan cepat pelayanan publik. Ia menilai kegagalan ini mengindikasikan perlunya perbaikan mendasar dalam sistem manajemen aset kendaraan operasional kesehatan di Kutim.
Shabaruddin menekankan bahwa masalah transportasi darurat seperti ini harus menjadi prioritas tertinggi, mengingat secara langsung menyangkut nyawa seseorang.
“Harus ada evaluasi dari pihak rumah sakit sendiri untuk unit-unit yang kemudian harus diperbaiki. Karena itu termasuk prioritas yang menyangkut nyawa seseorang,” tegas Shabaruddin.
DPRD mendesak pihak rumah sakit dan Puskesmas untuk tidak menunda evaluasi kelayakan kendaraan operasional mereka. Shabaruddin menambahkan, solusi harus segera diimplementasikan—baik perbaikan cepat maupun penggantian unit baru—terutama untuk wilayah yang memiliki jarak tempuh jauh dan kondisi jalan bergelombang seperti Karangan. Dengan evaluasi dan tindakan cepat, diharapkan hambatan pelayanan kesehatan darurat di Kutim dapat dihindari di masa depan.(Adv)




