MBG Jadi Generator Ekonomi Desa, DPRD Kutim Desak Peluang Suplai Dibuka untuk UMKM Lokal

SANGATTA—Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Hj. Uci, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diimplementasikan dengan strategi pemberdayaan yang optimal karena berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sehat di tingkat desa melalui suplai bahan pangan lokal. Hj. Uci menilai program ini memiliki dampak ganda, yakni meningkatkan gizi sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga.
Legislator Fraksi PKS ini menjelaskan, dampak ekonomi terjadi karena MBG menciptakan kebutuhan rutin dan berkelanjutan terhadap bahan pangan bergizi seperti sayur, ayam, telur, dan susu. Kebutuhan ini harus menjadi peluang usaha yang dikhususkan bagi pelaku UMKM, kelompok tani, dan peternak di desa.
“Program ini sangat positif dan patut kita dukung bersama. Selain memastikan asupan gizi untuk ibu hamil dan anak, MBG juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat desa. Ini perputaran ekonomi yang sehat dan berdampak langsung,” ujar Hj. Uci.
Ia menekankan bahwa keterlibatan masyarakat desa dalam rantai pasok secara berkelanjutan mampu meningkatkan kemandirian desa dalam menyediakan pangan lokal berkualitas. Program MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan generasi sehat dan produktif.
Untuk menjamin MBG optimal, Hj. Uci mendesak pemerintah daerah agar segera memaksimalkan koordinasi lintas sektor. Koordinasi ini krusial untuk memastikan bahwa rantai pasok lokal diutamakan dan tidak diambil alih oleh pemasok besar dari luar wilayah Kutim. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program ini demi penguatan ekonomi keluarga. (*/Adv)




