AdvertorialKominfo Kutai Timur

Disdukcapil Kutim Optimalkan Digitalisasi Dalam Pelayanan

‎SANGATTA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengembangkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi kependudukan (Adminduk).

‎Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah pelayanan bagi masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat basis data kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

‎Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Kutim, M Syarif, mengatakan bahwa Kutim merupakan salah satu daerah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi di Kalimantan Timur. Rasio pendatang yang masuk lebih besar dibandingkan penduduk yang keluar, sehingga diperlukan sistem data yang valid dan terintegrasi.

‎“Pertumbuhan penduduk yang cepat membuat kebutuhan data menjadi sangat penting. Data kependudukan yang akurat akan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di berbagai sektor,” ujar Syarif, Rabu (12/11).

‎Disdukcapil Kutim saat ini telah menyediakan layanan berbasis digital melalui situs resmi https://dukcapil.kutaitimurkab.go.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan perpindahan penduduk secara daring tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

‎Menurut Syarif, digitalisasi tidak hanya mempercepat pelayanan publik, tetapi juga memperkuat keandalan data kependudukan karena semua proses tercatat dan terintegrasi secara real-time.

‎“Dengan sistem digital, setiap pengajuan dan perubahan data langsung masuk ke basis data utama, sehingga meminimalkan kesalahan dan mempercepat proses verifikasi,” jelasnya.

‎Selain itu, Disdukcapil Kutim juga memperluas unit layanan di tingkat kecamatan dan desa untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Upaya ini diharapkan dapat memastikan seluruh warga memperoleh hak administrasi kependudukan secara merata.

‎“Digitalisasi bukan hanya soal kemudahan layanan, tapi juga wujud transparansi dan efisiensi birokrasi. Semakin akurat data yang kami miliki, semakin kuat pula perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.(ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button