Dispar Kutim Gencarkan Pendataan Pelaku Ekraf Lewat Program Sindekraf

Sangatta – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah gencar melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) melalui program Sinergi Data Ekraf (Sindekraf). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat basis data sebagai dasar pembinaan dan pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan hingga kini data pelaku Ekraf di Kutim masih belum lengkap dan akurat, sehingga bantuan maupun pembinaan belum bisa menjangkau seluruh pelaku.
“Banyak pelaku Ekraf yang belum terdata dengan baik. Akibatnya, program bantuan dan pembinaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Rifanie di Sangatta, Selasa (11/11).
Ia menjelaskan, program Sindekraf merupakan bagian dari Rencana Aksi Perubahan yang bertujuan menyinergikan dan memvalidasi data pelaku ekonomi kreatif. Melalui basis data yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat merencanakan kebijakan dan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor yang berfokus pada pemanfaatan ide, kreativitas, dan pengetahuan sumber daya manusia untuk menciptakan produk serta jasa bernilai tambah. Subsektor tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2019, mencakup bidang seperti kriya, fesyen, musik, kuliner, film, hingga aplikasi dan permainan digital.
“Banyak pelaku Ekraf di Kutai Timur, tapi masyarakat masih minim pengetahuan tentang sektor ini. Melalui program Sindekraf, kami hadir untuk mendata sekaligus membina mereka,” jelas Rifanie.
Dispar Kutim juga mengajak seluruh perangkat daerah berkolaborasi dalam pendataan melalui Sistem Informasi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (Siekta). Dari pendataan awal, jumlah pelaku Ekraf yang sebelumnya kurang dari 10 kini meningkat menjadi 72 pelaku setelah pelaksanaan program Sindekraf.
Rifanie menegaskan, pendataan ini menjadi solusi untuk mengatasi kendala data yang selama ini menghambat pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kutim. Dengan data yang akurat dan akuntabel, pemerintah dapat menyalurkan program pembinaan secara efektif dan mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh.(ADV)




