AdvertorialKominfo Kutai Timur

Pemkab Kutim Percepat Sertifikasi Tenaga Konstruksi untuk Jamin Kualitas Pembangunan

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi dengan mempercepat proses sertifikasi dan pelatihan tenaga kerja lokal.

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan terpadu pembinaan jasa konstruksi yang mencakup sertifikasi, pelatihan, dan sosialisasi dalam satu rangkaian kegiatan.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, mengatakan penyatuan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi sekaligus untuk mempercepat peningkatan kompetensi pelaku jasa konstruksi di daerah.

“Biasanya kegiatan sertifikasi, sosialisasi, dan pelatihan dilakukan terpisah. Namun tahun ini kita satukan agar lebih efektif dan menyeluruh,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, pembinaan jasa konstruksi menjadi pondasi penting bagi pembangunan infrastruktur daerah. Langkah ini juga memastikan setiap proyek berjalan dengan standar mutu yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Hingga 2025, Dinas PUPR Kutim mencatat 1.116 tenaga konstruksi telah tersertifikasi dari 1.228 pendaftar, sedangkan 118 tenaga ahli telah memenuhi kualifikasi dari 188 pendaftar. Meski capaian ini cukup signifikan, pihaknya menargetkan 50 persen SDM konstruksi di Kutim tersertifikasi pada 2029.

“Tantangan di lapangan masih besar, terutama banyak pekerja konstruksi yang belum ber-KTP Kutai Timur dan kendala administrasi peserta. Karena itu kami melakukan pendampingan langsung dan jemput bola,” tambah Joni.

‎Selain peningkatan kompetensi teknis, Dinas PUPR Kutim juga menyiapkan pelatihan katalog elektronik versi 6, membaca gambar teknis, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) bagi kontraktor dan aparatur desa.

‎Program ini dilakukan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi untuk memastikan tenaga kerja lokal siap bersaing di sektor konstruksi.

“Ke depan kami ingin pelatihan tidak hanya terpusat di kabupaten, tapi juga menyentuh desa dan kecamatan agar semua SDM lokal bisa naik kelas,” tutup Joni.(ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button