Anggota Komisi C Tegaskan Urgensi Kunker: Banyak Proyek DPUPR Belum Berjalan Optimal, Harus Segera Diawasi

SANGATTA—Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur segera mengagendakan kunjungan kerja (Kunker) mendesak untuk meninjau proyek-proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) karena disinyalir banyak pekerjaan yang belum berjalan optimal. Langkah pengawasan ini diambil menyikapi indikasi ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Anggota Komisi C DPRD Kutim, Bahcok Riandi, menegaskan urgensi peninjauan tersebut. “Komisi C berencana segera turun lapangan melihat proyek-proyek DPUPR, mengingat rupanya masih banyak kegiatan yang belum berjalan,” ujar Bahcok.
Salah satu fokus utama Kunker adalah meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp13 miliar ini menjadi polemik karena diduga bermasalah sejak perencanaan akibat dibangun di lokasi rawan banjir (dataran rendah).
Meskipun DPUPR mengklaim telah melakukan perbaikan dengan cara ‘mengangkat’ atau meninggikan bangunan utama IPA untuk menghindari banjir, DPRD belum melihat fisik perbaikan tersebut secara langsung.
“Kami akan kunjungi IPA tersebut karena informasinya sudah dilakukan perbaikan dengan cara ‘diangkat’. Tapi kami belum lihat fisiknya secara langsung. Makanya ini menjadi prioritas kunjungan kami,” jelas Bahcok.
Rencana Komisi C ini bertujuan untuk memverifikasi apakah bangunan IPA tersebut kini benar-benar aman dari risiko terendam banjir dan memastikan anggaran publik digunakan secara efektif. Pembangunan proyek ini sendiri dijadwalkan berlanjut pada anggaran berikutnya.(Adv)




