DPRD Kutai Timur

DPRD Desak Pemkab Kutim Percepat Jaringan Listrik dan Air Bersih di Dapil 5

Kutai Timur – Di tengah pesatnya pembangunan di sebagian wilayah Kutai Timur, masyarakat di desa-desa terpencil Dapil 5 masih harus berjuang keras menghadapi minimnya infrastruktur dasar. Kondisi ini, yang digambarkan oleh anggota DPRD sebagai “pekerjaan rumah besar,” berdampak langsung pada kualitas hidup, pendidikan, dan peluang ekonomi mereka.

Anggota Komisi C DPRD Kutim, Aldryansyah, mengungkapkan bahwa keluhan rutin masyarakat terkonsentrasi pada empat isu utama, dua di antaranya sangat fundamental bagi kehidupan sehari-hari: ketersediaan listrik dan air bersih.

Bayangkan, di era digital, sejumlah desa hanya menikmati pasokan listrik beberapa jam sehari, bahkan ada yang belum teraliri sama sekali. Aldryansyah menyoroti bahwa ketiadaan energi ini secara langsung menghambat anak-anak dalam belajar dan mematikan potensi pengembangan usaha lokal yang berbasis rumah tangga.

Situasi diperparah dengan krisis air bersih. Warga masih harus bergantung pada sumber air alami yang kualitasnya jauh dari layak konsumsi, sebuah tantangan yang secara langsung mempertaruhkan kesehatan publik.

Selain masalah fisik, isolasi juga datang dari dunia digital. Minimnya jaringan telekomunikasi dan internet membuat pelajar kesulitan mengikuti pembelajaran daring, sementara pelaku usaha terhambat memasarkan produk secara online.

Aldryansyah menegaskan bahwa Dapil 5 tidak boleh terisolasi. Ia berjanji akan terus memperjuangkan seluruh aspirasi ini dalam setiap pembahasan anggaran dan mendesak pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk memberikan perhatian yang lebih serius.

Harapan kini tertumpu pada langkah pemerintah untuk segera menyentuh desa yang paling jauh sekalipun, demi memastikan warga Dapil 5 dapat menikmati hak dasar mereka atas akses jalan, energi, air bersih, dan konektivitas digital.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button