Penyelesaian Proyek Pembangunan Terancam Molor, Jimmy Desak PPBJ Segera Tuntaskan Lelang

SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmy, menyoroti serius potensi keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan di daerah itu. Ia mendesak Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau PPBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) segera menuntaskan proses lelang, mengingat batas akhir e-katalog untuk Pengadaan Barang dan Jasa kian mendesak.
Kekhawatiran utama DPRD adalah molornya penyelesaian proyek konstruksi yang akan berdampak langsung pada kepentingan masyarakat. Pasalnya, dikabarkan masih ada beberapa pekerjaan strategis yang belum sempat dilelang, sementara proses e-katalog disebut-sebut akan berakhir dalam waktu dekat.
“Penyelesaian proyek pembangunan terancam molor, karena masih ada pekerjaan yang belum dilelang,” tegas Jimmy kepada sejumlah awak media.
Menunggu Kebijakan Sekda
Terkait solusi atas krisis batas waktu ini, Jimmy mengungkapkan bahwa keputusan mengenai perpanjangan waktu proses lelang kini berada di tangan pimpinan eksekutif daerah.
“Seperti yang mereka sampaikan kemarin mereka tunggu pimpinan untuk memutuskan itu. Karena itu kebijakan dari kemungkinan Sekda,” ucap Jimmy, menandakan bahwa solusi kebijakan masih menggantung.
Jimmy menambahkan, dirinya tidak mengetahui pasti apakah regulasi memperbolehkan perpanjangan waktu proses lelang. Ia menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pihak PPBJ yang lebih memahami aturan teknis.
Kendala Klasik Kekurangan Tenaga
Dalam kesempatan yang sama, Jimmy juga mengakui adanya kendala klasik yang dihadapi unit PPBJ, yakni keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi salah satu faktor penghambat.
“Memang mereka menyampaikan tenaganya kurang, karena memang tenaga di ULP (Unit Layanan Pengadaan) itu masih butuh beberapa puluh orang. Belum ideal sampai sekarang,” ungkapnya.
Meskipun menghadapi hambatan waktu dan tenaga, Ketua DPRD memastikan bahwa pihak dewan akan menjalankan fungsi pengawasan agar pekerjaan pembangunan dapat terealisasi secepat mungkin setelah proses lelang rampung.
“Pengawasan itu nanti berjalan baru kita awasi. Kalau prosesnya kan mereka sudah menyampaikan kemarin optimis saja. Optimis saja bisa,” pungkas Jimmy.(Adv)




