Soroti Bau Spidol dan Risiko Alergi, Novel Tyty Sarankan Sekolah Pakai Smart Board

SANGATTA – Kenyamanan dan kesehatan di dalam ruang kelas menjadi perhatian serius Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paembonan. Tidak hanya menyoal perbaikan fisik bangunan sekolah, politisi Partai Gerindra ini menyoroti penggunaan papan tulis konvensional (whiteboard) yang dinilai memiliki dampak kurang baik bagi kenyamanan belajar akibat bau menyengat dari spidol.
Novel mengungkapkan bahwa metode pembelajaran konvensional menggunakan papan tulis dan spidol kerap dikeluhkan. Selain faktor kenyamanan, ia menemukan adanya risiko kesehatan minor namun mengganggu bagi siswa maupun guru yang sensitif.
“Kenapa harus pakai papan tulis biasa? Kan kadang-kadang beberapa orang tidak menyukai baunya. Nggak enak katanya. Ada juga yang alergi,” ungkap Novel saat memberikan keterangan kepada awak media.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Novel menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mulai melakukan transformasi fasilitas kelas dengan beralih ke teknologi smart board atau papan tulis digital. Menurutnya, penggunaan smart board adalah solusi yang jauh lebih higienis sekaligus relevan dengan tuntutan zaman.
“Kenapa nggak pakai smart board? Itu bagus untuk diterapkan di era digital seperti ini,” tambahnya.
Sejalan dengan Program Pusat
Usulan modernisasi ini, menurut Novel, bukan tanpa dasar. Ia menyinggung langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjukkan keseriusan dalam digitalisasi pendidikan. Hal ini terlihat dari adanya bantuan ratusan ribu unit perangkat digital untuk sekolah.
“Kayak kemarin Pak Presiden serahkan 288 ribu smart board. Nah, itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam modernisasi dunia pendidikan,” jelas Novel.
Ia menilai, orang tua siswa di Kutim saat ini sudah sangat melek teknologi dan menyadari pentingnya alat bantu digital. Oleh karena itu, ia berharap Disdikbud Kutim segera merespons usulan ini dengan memasukkan pengadaan smart board ke dalam rencana anggaran daerah.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang tidak hanya interaktif dan menarik secara visual, tetapi juga lebih sehat dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.(Adv)



