DPRD Kutai Timur

Profit Sharing Batu Bara Terjun Bebas ke Rp 89 Miliar, Novel Tyty: Kita Cari Tahu Penyebabnya!

SANGATTA – Tanda tanya besar kini menyelimuti proyeksi keuangan daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Dr. Novel Tyty Paembonan, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait anjloknya penerimaan daerah dari sektor profit sharing (bagi hasil keuntungan) batu bara yang terjun bebas dari angka ratusan miliar menjadi hanya puluhan miliar rupiah.

Dalam keterangannya, Novel menyoroti data penerimaan profit sharing yang sebelumnya bisa menembus angka Rp 500 miliar, namun berdasarkan informasi terakhir, angka tersebut menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar Rp 89 miliar.

“Kita mau cari penyebabnya. Apakah karena harga batu bara turun atau apa, ini yang kita ingin tahu penyebabnya,” tegas Novel.

Penurunan ini juga berbanding lurus dengan Dana Bagi Hasil (DBH) secara umum. Novel memaparkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, dana transfer daerah yang menjadi penopang utama APBD Kutim—termasuk royalti batu bara—biasanya mencapai kisaran Rp 6 hingga 7 triliun. Namun kini, angka tersebut diproyeksikan turun tajam menjadi dikisaran Rp 1 hingga 2 triliun.

“Ini kan jadi pertanyaan. Kami juga ingin cari tahu, apa penyebabnya sehingga dana perimbangan kita turun,” tambahnya.

Dampak Serius bagi APBD

Novel mengingatkan bahwa penurunan drastis dana transfer pusat ini memiliki konsekuensi domino terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ketergantungan fiskal Kutim yang masih tinggi terhadap dana pusat memaksa pemerintah daerah untuk memutar otak dan melakukan efisiensi ketat.

Ia meminta pemerintah daerah untuk “berpikir keras dan cerdas” dalam menyusun anggaran. Belanja modal seperti pembangunan gedung dan jalan harus dikurangi secara signifikan dan digantikan dengan program yang benar-benar mendesak.

“Pemerintah harus memilih program spesifik, hati-hati dalam menganggarkan. Terutama kewajiban gaji dan operasional kantor,” pungkasnya.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button