DPRD Kutai Timur

Pemerataan Pembangunan: Kutim Prioritaskan Pengecoran Jalan Tanah dan Batu di Kecamatan Terpencil

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah tegas dalam agenda pemerataan pembangunan infrastruktur. Fokus utama kebijakan ini adalah memprioritaskan penggunaan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton secara masif pada ruas-ruas jalan di kecamatan terpencil. Langkah ini diambil untuk menggantikan kondisi jalan yang selama ini memprihatinkan, yakni yang masih berupa tanah liat, bebatuan kasar, atau kerikil yang sulit dilalui saat hujan.

Anggota Komisi C DPRD Kutim, Pandi Widiarto, menyatakan bahwa pengecoran jalan beton menjadi solusi teknis paling tepat dan rasional. Hal ini dikarenakan banyak wilayah pedalaman Kutim memiliki karakteristik kondisi tanah yang labil. Konstruksi aspal biasa (fleksibel) sering kali cepat rusak di medan seperti ini, sehingga konstruksi permanen beton yang kaku dan kuat menjadi pilihan terbaik untuk durabilitas jangka panjang.

“Di kecamatan yang jalannya masih berbentuk tanah dan batu, kita targetkan dilakukan pengecoran jalan. Itu sudah menjadi arah pembangunan kita,” ujar Pandi di Sangatta, Selasa (18/11/2025).

Pandi menjelaskan bahwa tujuan dari pembangunan jalan berbasis beton ini bersifat ganda. Selain menghadirkan infrastruktur fisik yang kokoh dan berkelanjutan, langkah ini sejatinya ditujukan untuk membangun fondasi ekonomi masyarakat. Jalan yang mulus adalah urat nadi perekonomian desa.

“Kalau aksesnya baik, pelayanan publik dan ekonomi lokal ikut bergerak,” tambahnya.

Dengan memperkuat konektivitas hingga ke kecamatan, Kutim berharap akses masyarakat terhadap layanan vital seperti kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik barang akan semakin meningkat. Kini, rigid pavement dipandang bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan daerah yang lebih maju.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button