DPRD Kutai Timur

Dapil 5 Kutim Hadapi Pekerjaan Rumah Besar: 4 Masalah Infrastruktur Dasar Ancam Kesejahteraan Warga

SANGATTA – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Dapil 5, Aldryansyah, menegaskan bahwa wilayahnya kini menghadapi ketertinggalan serius dalam pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Aldryansyah menilai Dapil 5 tertinggal jauh dibandingkan wilayah lain, di mana minimnya akses jalan, listrik, air bersih, hingga sinyal telekomunikasi membuat masyarakat di desa-desa terpencil semakin terisolasi.

Ia menyebutkan, tanpa pembenahan fundamental, percepatan pembangunan mustahil tercapai, dan keluhan rutin masyarakat terkonsentrasi pada empat persoalan utama:

  1. Akses Jalan: Kondisi jalan penghubung antardesa kerap lumpuh, dengan banyak ruas masih berupa tanah dan rusak berat, terutama saat musim hujan.

  2. Listrik: Ketersediaan listrik belum merata, di mana sejumlah desa hanya menikmati pasokan beberapa jam sehari, bahkan ada yang belum teraliri sama sekali.

  3. Air Bersih: Krisis air bersih masih terjadi, dan banyak warga bergantung pada sumber air alami yang kualitasnya jauh dari layak konsumsi.

  4. Sinyal Telekomunikasi: Akses sinyal dan internet menjadi keluhan utama, menghambat pelajar dalam pembelajaran daring dan pelaku usaha dalam pemasaran online.

Aldryansyah menegaskan bahwa akses jalan adalah kunci perekonomian, sementara pemerataan energi dan air bersih berpengaruh besar terhadap pendidikan, pengembangan usaha, dan kesehatan publik.

Sebagai wakil rakyat, ia memastikan seluruh aspirasi ini akan terus diperjuangkan dalam rapat kerja dan pembahasan anggaran. Ia mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten memberi perhatian lebih serius agar disparitas pembangunan tidak semakin melebar.(Adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button